Search for collections on Undip Repository

MASKULINITAS DALAM SENI: DINAMIKA KEJANTANAN PADA KESENIAN PATHOL SARANG, REMBANG

KSATRIA, ARDIAN YOGA (2026) MASKULINITAS DALAM SENI: DINAMIKA KEJANTANAN PADA KESENIAN PATHOL SARANG, REMBANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of skripsi ardian FIX (6).pdf] Text
skripsi ardian FIX (6).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kesenian Pathol Sarang merupakan kesenian tradisional masyarakat pesisir Kabupaten Rembang yang menampilkan adu fisik antar laki-laki dan hingga kini masih dilestarikan dalam berbagai kegiatan adat, seperti sedekah laut dan perayaan budaya lokal. Selain berfungsi sebagai hiburan rakyat, Pathol Sarang mengandung simbol-simbol budaya yang merepresentasikan nilai keberanian, kekuatan fisik, ketangguhan, serta etos kehidupan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, kesenian ini menjadi ruang budaya yang penting untuk memahami bagaimana maskulinitas dikonstruksikan, dipertunjukkan, dan dimaknai dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai maskulinitas dalam kesenian Pathol Sarang serta memahami bagaimana para pelaku seni memaknai maskulinitas dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan teori maskulinitas hegemonik dari R.W. Connell guna melihat relasi kuasa dan bentuk maskulinitas yang diidealkan, serta pendekatan simbolik Clifford Geertz melalui konsep thick description untuk menafsirkan makna simbolik dalam praktik pertunjukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pelaku kesenian Pathol Sarang, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interpretatif untuk memahami makna simbolik yang terkandung dalam tubuh, gerak, arena, dan struktur pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas dalam kesenian Pathol Sarang direpresentasikan melalui kekuatan fisik, keberanian, ketangguhan, serta kemampuan mengendalikan diri. Tubuh pemain yang ditampilkan tanpa pelindung dimaknai sebagai simbol kejujuran, kesiapan menghadapi risiko, dan ketahanan fisik maupun mental. Selain itu, Pathol Sarang dimaknai oleh para pelakunya tidak hanya sebagai ajang adu kekuatan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, solidaritas sosial, serta peneguhan identitas laki-laki pesisir.
Kata Kunci: Pathol Sarang, Makulinitas, Kesenian Tradisional, Simbolisme Budaya

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 29 Apr 2026 03:16
Last Modified: 29 Apr 2026 03:16
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50129

Actions (login required)

View Item View Item