PUKAN, LEONYCA AGUSTINE BEATRIX (2026) MAKNA SIMBOLIK TRADISI SESAJI REWANDA (Studi Kasus di Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
Skripai_Leonyca Agustine_13040220130099_FINAL.PDF Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Ritual merupakan salah satu bentuk konkret dari kebudayaan. Salah satu
contoh ritual yang ada di masyarakat Indonesia adalah Tradisi Sesaji Rewanda.
Tradisi Sesaji Rewanda merupakan salah satu kebudayaan turun temurun yang
dimiliki oleh masyarakat Desa Kandri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
dan menjelaskan makna simbolik yang terdapat pada Tradisi Sesaji Rewanda di
Dusun Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, serta
untuk menjelaskan prosesi, sejarah, dan nilai-nilai yang terdapat di dalam tradisi
ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi, metode
ini digunakan agar peneliti dapat menjelaskan pandangan masyarakat tentang
Tradisi Sesaji Rewanda. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk
menentukan informan agar informasi yang diberikan dapat sesuai dengan
kebutuhan peneliti. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi
lapangan, wawancara informan, dan dokumentasi penelitian. Lokasi penelitian ini
adalah Obyek Wisata Goa Kreo yang berada di Desa Kandri, lokasi ini dipilih
karena merupakan tempat dilaksanakannya Tradisi Sesaji Rewanda. Makna
simbolik dalam tradisi ini, dikaji dengan menggunakan Teori Interpretasi Simbolik
dari Clifford Geertz untuk dapat menemukan makna yang mendalam.
Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa tradisi ini lahir melalui
cerita sejarah yang berhubungan dengan Kisah Perjalanan Kanjeng Sunan Kalijaga
saat sedang mencari kayu jati untuk tiang Masjid Agung Demak. Tradisi ini
merupakan wujud dari ungkapan rasa syukur masyarakat, baik kepada Tuhan,
kepada leluhur, dan kepada sesama makhluk hidup, yakni kelompok kera. Banyak
nilai yang dapat dipetik dalam tradisi ini dan bisa dijadikan sebagai pedoman hidup
masyarakat, seperti nilai religius, nilai gotong royong, nilai ekonomis dan nilai
pendidikan. Sebagai sebuah kearifan lokal, masyarakat juga telah melakukan
upaya-upaya untuk dapat mempertahankan dan melestarikan Tradisi Sesaji
Rewanda, salah satunya dengan tetap melaksanakan tradisi ini sesuai dengan aturan
yang ada.
Kata Kunci: Makna simbolik, Clifford Geertz, Sesaji Rewanda, Desa Kandri, Goa
Kreo.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 03:01 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 03:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50125 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
