Search for collections on Undip Repository

Hubungan Letak Jaringan Granulasi dengan Keberhasilan Timpanoplasti pada Pasien Otitis Media Supuratif Kronik

Arifah, Kania Shabrina Nur and Naftali, Zulfikar and Yusmawan, Willy (2026) Hubungan Letak Jaringan Granulasi dengan Keberhasilan Timpanoplasti pada Pasien Otitis Media Supuratif Kronik. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of KANIA SHABRINA NUR ARIFAH-22010122140197-KTI-ABSTRAK] Text (KANIA SHABRINA NUR ARIFAH-22010122140197-KTI-ABSTRAK)
KANIA SHABRINA NUR ARIFAH-22010122140197-KTI-ABSTRAK.pdf

Download (93kB)

Abstract

Latar Belakang: Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) merupakan peradangan kronik pada mukosa telinga tengah yang menjadi salah satu penyebab utama gangguan pendengaran yang dapat dicegah, terutama di negara berkembang. Timpanoplasti merupakan terapi pembedahan utama dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, namun hasilnya bervariasi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Keberadaan jaringan granulasi diketahui berhubungan dengan penurunan tingkat keberhasilan timpanoplasti. Letak jaringan granulasi dapat memengaruhi ventilasi dan drainase telinga tengah dan berpotensi memengaruhi hasil timpanoplasti, namun belum ada studi yang spesifik membahas letak jaringan granulasi.
Tujuan: Menganalisis hubungan letak jaringan granulasi dengan keberhasilan timpanoplasti pada pasien OMSK.
Metode: Studi observasional analitik dengan desain kohort retrospektif menggunakan data rekam medis dari 49 pasien OMSK yang menjalani timpanoplasti di RSUP Dr. Kariadi dan RS Nasional Diponegoro pada tahun 2023-2025 yang diperoleh melalui consecutive sampling. Subjek terdiri dari 26 pasien dengan granulasi mesotimpani dan 23 pasien dengan granulasi non mesotimpani berdasarkan dokumentasi endoskopi.
Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara letak jaringan granulasi dengan keberhasilan timpanoplasti (RR=3,244; p<0,001; OR=13,972; p<0,001). Tingkat keberhasilan timpanoplasti pada pasien dengan granulasi di mesotimpani sebesar 15,4%, sedangkan pada pasien dengan granulasi di non mesotimpani sebesar 73,9%. Tidak terdapat hubungan bermakna antara variabel perancu adenoid hipertrofi (p=0,924) dan rhinitis alergi (p=0,278) dengan keberhasilan timpanoplasti.
Kesimpulan: Jaringan granulasi di mesotimpani menurunkan peluang keberhasilan timpanoplasti sebesar 14 kali lipat dibandingkan dengan jaringan granulasi di non mesotimpani.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: keberhasilan graft, keberhasilan timpanoplasti, letak jaringan granulasi, otitis media supuratif kronik
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 28 Apr 2026 07:30
Last Modified: 28 Apr 2026 07:30
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50007

Actions (login required)

View Item View Item