Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Elisitor Nanokitosan Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Flavonoid Kalus Tomat (Solanum Lycopersicum L,) Secara In Vitro

Amalia, Rizka (2024) Pengaruh Elisitor Nanokitosan Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Flavonoid Kalus Tomat (Solanum Lycopersicum L,) Secara In Vitro. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1 Cover.pdf] Text
1 Cover.pdf

Download (23kB)
[thumbnail of 2 Halaman Pengesahan.pdf] Text
2 Halaman Pengesahan.pdf

Download (210kB)
[thumbnail of 4 Abstrak.pdf] Text
4 Abstrak.pdf

Download (304kB)
[thumbnail of 5 Daftar Isi.pdf] Text
5 Daftar Isi.pdf

Download (192kB)
[thumbnail of 9 Bab I.pdf] Text
9 Bab I.pdf

Download (194kB)
[thumbnail of 14 Daftar Pustaka.pdf] Text
14 Daftar Pustaka.pdf

Download (435kB)

Abstract

Kultur kalus merupakan teknik kultur jaringan yang digunakan untuk
memproduksi senyawa metabolit sekunder salah satunya flavonoid. Produksi
flavonoid yang dilakukan dengan penambahan elisitor nanokitosan. Elisitor yang
dapat digunakan adalah nanokitosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji
pengaruh elisitor nanokitosan terhadap pertumbuhan dan kandungan flavonoid
pada kultur kalus tomat. Eksplan yang digunakan adalah kotiledon kecambah tomat
servo F1 aseptik berumur 10 hari. Induksi kalus dilakukan pada media Murishage
& Skoog (MS), yang ditambahkan dengan zat pengatur tumbuh BAP 2 ppm, dan
2,4D 1 ppm selama 4 minggu. Kalus umur 4 minggu dipindahkan ke dalam media
elisitasi yaitu MS, BAP 2 ppm, 2,4D 1 ppm dan nanokitosan. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal berupa
konsentrasi nanokitosan yang berbeda (0 ppm, 300 ppm, 450 ppm, dan 600 ppm)
dengan empat ulangan. Analisis data diakukan dengan ANOVA dilanjutkan dengan
uji DMRT. Analisis senyawa flavonoid menggunakan spektrofotometer Uv-Vis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nanokitosan berpengaruh nyata
terhadap peningkatan pertumbuhan dan kandungan flavonoid kalus tomat servo F1.
Elisitasi dengan nanokitosan dilakukan pada konsentrasi yang berbeda terdiri dari
P1 (0 ppm), P2 (300 ppm), P3 (450 ppm) dan P4 (600 ppm) menghasilkan kalus
bertekstur kompak. Elisitor nanokitosan 0 ppm hingga 300 ppm meningkatkan
pertumbuhan kalus secara signifikan. Pemberian nanokitosan 450 ppm
meningkatkan kandungan flavonoid kalus tomat secara optimal. Konsentrasi
nanokitosan 600 ppm memacu perkembangan kalus ditandai dengan terbentuknya
kalus embriogenik pada kalus tomat. Penelitian elisitasi dengan nanokitosan dapat
digunakan sebagai dasar untuk penelitian lanjutan untuk perkembangan embrio
somatik.
Kata kunci: kotiledon, tomat, kalus, elisitasi, nanokitosan, flavonoid

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 27 Apr 2026 06:56
Last Modified: 27 Apr 2026 06:56
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49982

Actions (login required)

View Item View Item