Paramita, Pramudya (2024) Kandungan Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan pada Beberapa Spesies Gulma berpotensi Sebagai Obat. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1 COVER.pdf Download (47kB) |
|
|
Text
2 HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
4 ABSTRAK.pdf Download (9kB) |
|
|
Text
5 ABSTRACT.pdf Download (9kB) |
|
|
Text
6 DAFTAR ISI.pdf Download (10kB) |
|
|
Text
10 BAB I.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
15 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (162kB) |
Abstract
Beberapa jenis gulma berpotensi obat. Akar kucing (Acalypha indica), meniran
(Phyllantus niruri), putri malu (Mimosa pudica), maman ungu (Cleome
rutidosperma), dan sirih china (Peperomia pellucida) merupakan jenis gulma
yang banyak ditemukan di lahan-lahan pekarangan. Kelima spesies gulma
tersebut dipercaya masyarakat sebagai obat tradisional. Spesies-spesies gulma
tersebut memiliki efek farmakalogi karena mengandung metabolit sekunder
antara lain adalah flavonoid yang berpotensi sebagai senyawa antioksidan.
Perbedaan spesies dan bagian-bagian tumbuhan diduga mengandung kandungan
fitokimia yang berbeda, yang kemudian dapat mempengaruhi aktivitas
antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan
flavonoid total pada organ daun, batang, dan akar dari lima spesies gulma serta
menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tersebut dengan metode DPPH.
Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial 5
× 3. Faktor pertama adalah spesies gulma, antara lain yaitu akar kucing (Acalypha
indica), meniran (Phyllantus niruri), putri malu (Mimosa pudica), maman ungu
(Cleome rutidosperma), dan sirih china (Peperomia pellucida). Faktor kedua
adalah organ tumbuhan berupa daun, batang, akar. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa perbedaan spesies gulma dan organ tumbuhan berpengaruh terhadap
kandungan flavonoid total dan aktivitas antioksidan. Kombinasi spesies dan
organ yang menghasilkan kandungan flavonoid total paling tinggi diperoleh pada
daun meniran (Phyllantus niruri L) sebesar 8.750 MgQE/g dan daun sirih china
(Peperomia pellucida L) sebesar 8.184 MgQE/g. Sejalan dengan kandungan
flavonoid totalnya, kombinasi spesies dan organ untuk menghasilkan aktivitas
antioksidan yang kuat diperoleh pada daun meniran (Phyllantus niruri L) sebesar
61.267 ppm dan daun sirih china (Peperomia pellucida L) sebesar 56.767 ppm.
Kata Kunci : Gulma, Flavonoid, Antioksidan, Kuersetin, DPPH
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 04:49 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 04:49 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49969 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
