RAMADHAN, ALVIAN DWI (2026) STUDI DESKRIPTIF TUTUPAN LAMUN DAN MORFOMETRIK Thalassia hemprichii DI PANTAI KAYU APUNG DAN UJUNG PIRING, JEPARA (26dik145). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Alvian Dwi 26dik145.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem yang memiliki peran
penting dalam menjaga struktur ekologi di kawasan pesisir. Penelitian ini dilakukan
di bulan September tahun 2025 di Pantai Kayu Apung dan Ujung piring, Jepara.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tutupan lamun, karakterisitik
morfometrik Thalassia hemprichii dan parameter lingkungan untuk melihat kondisi
lamun serta mengetahui respon Thalassia hemprichii sebagai spesies indikator
terhadap lingkungan sekitar. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode
line transect kuadrat untuk mengetahui persentase total tutupan, kerapatan dan
parameter lingkungan. Pengamatan memanfaatkan frame kuadrat ukuran 50 cm x
50 cm dan line transek sejumlah 3 untuk tiap lokasi dengan panjang 100 m dan jarak
antar transek 50 m. Pengukuran morfometrik dilakukan pada 10 sampel untuk tiap
lokasi, pengukuran dilakukan untuk melihat panjang daun, lebar daun, panjang
akar, dan panjang rimpang. Persentase tutupan lamun yang ada di Pantai Kayu
Apung temasuk kedalam kategori sedang dengan nilai 37,9%, sedangkan tutupan
tase lamun di Pantai Ujung Piring termasuk kedalam kategori jarang dengan nilai
10,2%. Pengukuran karakteristik morfometri Thalassia hemprichii di Pantai Kayu
Apung berdasarkan panjang daun, lebar daun, panjang akar dan panjang rimpang
berturut-turut 9,83 - 10,86 cm, 0,78 -1,83 cm, 2,45 - 4,91 cm, dan 5 - 6,89 cm.
Sedangkan Ukuran morfometrik lamun Thalassia hemprichii di Pantai Ujung
Piring berdasarkan panjang daun, lebar daun, panjang akar dan panjang rimpang
berturut-turut 9,7 - 10,65 cm, 0,87 - 1,09 cm, 3,24 - 4,24 cm, dan 5,29 - 6,08.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 mengenai Baku Mutu
Air Laut, kondisi perairan pada kedua lokasi penelitian masih tergolong sesuai dan
mendukung keberlangsungan ekosistem lamun. Namun demikian, persentase
penutupan lamun yang berada pada kategori jarang hingga sedang mengindikasikan
bahwa ekosistem tersebut belum berada pada kondisi yang sepenuhnya stabil. Hal
ini menunjukkan perlunya upaya pengelolaan dan pengawasan untuk keberlanjutan
ekologi di lokasi tersebut. Terdapat pula potensi tekanan lingkungan seperti
aktivitas antropogenik di sekitar wilayah pesisir yang dapat mengganggu
keseimbangan ekosistem lamun.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Padang Lamun; Tutupan lamun; Morfometrik; Thalassia hemprichii |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 04:13 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 04:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49963 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
