PRATAMA, AMELIA PUTRI (2026) KARAKTERISTIK DAN ABSORBABILITY BIOCALCIUM TULANG IKAN PATIN (Pangasius sp.) DIBANDINGKAN DENGAN CACO3 SINTETIS SECARA IN VIVO PADA MENCIT (26dt129). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
AMELIA PUTRI PRATAMA 26dt129.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Tulang ikan patin merupakan limbah perikanan yang kaya mineral kalsium
(Ca) dan fosfor (P), berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber kalsium alami.
Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik Biocalcium tulang ikan patin
(Pangasius sp.) dan mengevaluasi daya serapnya dibandingkan CaCO₃ sintetis
secara in vivo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada
mencit, dibagi tiga kelompok diet dengan kandungan kalsium berbeda yaitu diet
standar mencit (DSM), diet dengan penambahan biocalcium tulang ikan patin 27%
(DTP) dan diet dengan penambahan kalsium karbonat sintetis 40% (DCC).
Biocalcium dianalisis meliputi rendemen, kadar air, protein, lemak, karbohidrat,
abu, kadar kalsium, dan ukuran partikel. Pengujian in vivo mencakup total
konsumsi diet, berat badan, kadar kalsium pada usus, serum, ginjal, hepar (hati),
sekum (usus besar), tulang femur (paha), jumlah sel penyusun tulang osteoblas dan
osteosit, kadar kalsium feses, serta daya serap. Analisis statistik menggunakan
ANOVA untuk data normal, Kruskal-Wallis untuk data uji lanjut Duncan. Hasil
menunjukkan rendemen Biocalcium 30%, ukuran partikel 83,03 ± 2,49 µm, dan
kadar kalsium 27,86 ± 0,2 mg/g, lebih rendah dari CaCO₃ sintetis yang memiliki
ukuran partikel 3,3 ± 0,007 µm dan kadar kalsium 39,89 ± 0,08 mg/g. Absorbability
kalsium diet diet dengan penambahan kalsium karbonat sintesis memiliki
penyerapan (99,9 %), tidak jauh berbeda dengan diet mencit dengan penambahan
Biocalcium tulang ikan patin (Pangasius sp.) (99,88%) sedangkan diet standar
mencit (99,9 %). Kalsium feses mencit pada kelompok diet dengan penambahan
Biocalcium tulang ikan patin relatif lebih rendah (1,23 ± 0,29 mmol), distribusi
kalsium pada tulang femur mendapatkan nilai tertinggi yaitu 24,5 ± 2,23, dan organ
metabolik seperti hepar meningkat (11,523 ± 0,307 µmol/g protein). Biokalsium
tulang ikan patin berpotensi sebagai sumber kalsium alami dengan efisiensi
penyerapan tinggi pada asupan kalsium tinggi, tanpa memengaruhi pertumbuhan
dan metabolisme kalsium mencit, sehingga layak dimanfaatkan sebagai alternatif
sumber mineral yang aman dan efektif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Absorbability, Biocalcium, CaCO3 sintetis, in vivo, tulang ikan Patin (Pangasius sp.) |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fishery Products Technology |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 03:21 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49957 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
