Firdaus, Khalika and Sutiyono, Doso and Villyastuti, Yulia Wahyu (2026) Perbandingan Ondansetron Dengan Pethidin Sebagai Pencegahan Menggigil Setelah Spinal Anestesi Pada Pasien Operasi Seksio Sesarea. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (KHLAIKA FIRDAUS-22041022310004-TESIS-ABSTRAK)
KHALIKA FIRDAUS-22041022310004-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (120kB) |
Abstract
Latar Belakang: Menggigil (shivering) merupakan komplikasi umum setelah anestesi spinal, terutama pada seksio sesarea, dengan insidensi mencapai 40–60%. Kondisi ini meningkatkan konsumsi oksigen, metabolisme, dan risiko gangguan kardiopulmoner. Pethidin adalah terapi standar untuk pencegahan menggigil, namun efek samping seperti sedasi dan mual membatasi penggunaannya. Ondansetron, antagonis reseptor 5-HT₃, diduga memiliki efek anti-menggigil dengan profil keamanan yang lebih baik.
Tujuan: Membandingkan efektivitas dan efek samping ondansetron 4 mg dan pethidin 25 mg dalam pencegahan menggigil paska-anestesi spinal pada pasien seksio sesarea.
Metode: Design eksperimental, uji komparatif 2 kelompok tidak berpasangan, dengan metode randomisasi pada 36 pasien (masing-masing 18 pada kelompok ondansetron dan pethidin) di RSUD Kajen, Kabupaten Pekalongan (September - November 2025). Parameter utama adalah insidensi dan derajat menggigil; parameter sekunder meliputi onset menggigil, efek samping (mual, muntah, sedasi, hipotensi), serta tanda vital (SBP, DBP, MAP, HR, RR, SpO₂, suhu). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square, Fisher, dan Independent t-test dengan signifikansi p<0,05.
Hasil: Insidensi menggigil lebih rendah pada kelompok ondansetron (50%) dibanding pethidin (61,1%) dengan perbedaan tidak signifikan (p>0.05). Onset menggigil lebih lambat pada ondansetron (25,00 ± 2,74 menit) dibanding pethidin (16,09 ± 4,74 menit) (p=0,002). Efek samping mual dan muntah secara signifikan lebih tinggi pada pethidin (50% dan 44,4%) dibanding ondansetron (11,1% dan 5,6%) (p=0,011 dan p=0,007). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kejadian sedasi (p=0,070) maupun hipotensi (p=0,371). Parameter hemodinamik dan suhu tubuh antar kelompok tetap stabil tanpa perbedaan signifikan (p>0,05).
Kesimpulan: Ondansetron 4 mg lebih efektif daripada pethidin 25 mg dalam mencegah menggigil paska-anestesi spinal dengan profil keamanan lebih baik, terutama dalam mengurangi mual, muntah, dan risiko sedasi. Ondansetron dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-opioid yang aman untuk pencegahan menggigil pada seksio sesarea.
Kata Kunci: Ondansetron, Pethidin, Menggigil, Seksio sesarea, Anestesi spinal.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ondansetron, Pethidin, Menggigil, Seksio sesarea, Anestesi spinal. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 06:23 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 06:23 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
