Search for collections on Undip Repository

Studi Kasus: Efektivitas Penerapan Latihan Range of Motion (ROM) pada Pasien Stroke Non-Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Unit Stroke

Meilani, Syafira Rizki and handayani, fitria (2026) Studi Kasus: Efektivitas Penerapan Latihan Range of Motion (ROM) pada Pasien Stroke Non-Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Unit Stroke. [Experiment] (Unpublished)

[thumbnail of Syafira Rizki Meilani_22020124220155_KTI Profesi Ners.pdf] Text
Syafira Rizki Meilani_22020124220155_KTI Profesi Ners.pdf
Restricted to Registered users only

Download (704kB)

Abstract

Stroke non-hemoragik (SNH) sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik akibat defisit motorik yang disebabkan oleh iskemia serebral. Keterbatasan mobilitas meningkatkan risiko komplikasi seperti atrofi otot, kekakuan sendi, dan penurunan kemandirian fungsional. Rehabilitasi dini melalui latihan rentang gerak (ROM) baik aktif maupun pasif banyak direkomendasikan untuk menjaga fleksibilitas sendi, meningkatkan kekuatan otot, dan mendukung neuroplastisitas. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan ROM dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien SNH dengan gangguan mobilitas fisik di Unit Stroke.
Metode:
Studi kasus deskriptif dengan desain pre-test dan post-test dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas latihan rentang gerak (ROM) pada pasien stroke non-hemoragik (SNH) dengan gangguan mobilitas fisik. Tiga pasien dewasa dipilih menggunakan purposive sampling. Kekuatan otot dinilai menggunakan Manual Muscle Test (MMT) sebelum dan sesudah intervensi. Pasien dengan MMT awal < 3 menerima ROM pasif, sedangkan pasien dengan MMT ≥ 3 dan tingkat kesadaran yang memadai menerima ROM aktif, dengan mempertimbangkan the Glasgow Coma Scale (GCS) untuk memastikan keamanan. Latihan ROM diberikan dua kali sehari selama 15 menit per sesi selama tiga hari berturut-turut, dengan fokus pada ekstremitas yang terkena. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perubahan kekuatan otot setelah intervensi.
Hasil:
Ketiga pasien menunjukkan peningkatan kekuatan otot setelah tiga hari terapi ROM. Kekuatan otot meningkat dari 1 menjadi 3 pada Pasien 1, dari 3 menjadi 4 pada Pasien 2, dan dari 4 menjadi 5 pada Pasien 3, dengan peningkatan rata-rata 1,33 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa ROM pasif dan aktif efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada semua pasien.
Kesimpulan:
Latihan Range of Motion (ROM), baik pasif maupun aktif, terbukti meningkatkan kekuatan otot pada pasien dengan stroke non-hemoragik dalam periode intervensi yang singkat. Efektivitas ROM dipengaruhi oleh karakteristik klinis individu, termasuk kekuatan otot dasar, tingkat kesadaran, usia, dan kondisi komorbid. Temuan ini mendukung penggunaan ROM sebagai strategi mobilisasi dini yang aman dan layak dalam perawatan keperawatan untuk meningkatkan pemulihan motorik pada pasien stroke non-hemoragik. Studi lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan desain terkontrol direkomendasikan untuk mengkonfirmasi hasil ini dan menentukan durasi intervensi yang optimal.

Item Type: Experiment
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Nursing
Depositing User: S.Hum Bekti Iskandar
Date Deposited: 24 Apr 2026 08:37
Last Modified: 24 Apr 2026 08:37
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49915

Actions (login required)

View Item View Item