NIKEN HAPSARI, RETNANINGTYAS (2026) ADAPTASI BUDAYA PADA PEREMPUAN DALAM KELUARGA PERKAWINAN CAMPURAN DENGAN PERBEDAAN KEBUDAYAAN BERLAPIS. Masters thesis, Universitas Diponegoro Semarang.
|
Text
Cover 0.pdf - Published Version Download (673kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (264kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (5MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (166kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (90kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (112kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Download (300kB) |
Abstract
Perkawinan campuran dengan perbedaan kebudayaan berlapis menghadirkan
tantangan adaptasi yang kompleks, khususnya bagi perempuan yang kerap
berperan sentral dalam pengelolaan relasi domestik, komunikasi, dan negosiasi
nilai dalam keluarga. Perbedaan latar belakang budaya nasional, bahasa, agama,
nilai keluarga, serta kebiasaan sehari-hari berpotensi memunculkan
miskomunikasi, konflik, dan ketegangan identitas dalam kehidupan pernikahan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan memaknai dan
menjalani proses adaptasi budaya dalam keluarga perkawinan campuran dengan
perbedaan kebudayaan berlapis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode wawancara mendalam terhadap tiga perempuan dalam perkawinan
campuran lintas budaya, yaitu Indonesia–Inggris, Indonesia–Belanda, dan
Indonesia–Jepang. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan naratif
dengan struktur Todorov yang meliputi tahap Equilibrium, Disruption,
Recognition, Repair, dan New Equilibrium. Kerangka teoritis yang digunakan
meliputi Teori Negosiasi Identitas dan Teori Adaptasi Budaya dalam komunikasi
antarbudaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi budaya perempuan
merupakan proses yang dinamis, kompleks, dan tidak bersifat linier, melainkan
berlangsung melalui komunikasi dan negosiasi yang berkelanjutan. Perempuan
menghadapi perbedaan tidak hanya pada ranah praktik keseharian, tetapi juga pada
tingkat nilai, sistem makna, dan relasi kuasa dalam keluarga, sehingga menuntut
kesadaran diri yang reflektif terhadap identitas budaya asal. Melalui dialog terbuka
dan strategi komunikasi reflektif, asertif, serta eksplisit, perempuan memaknai
konflik sebagai bagian dari proses pembelajaran relasi lintas budaya. Adaptasi
budaya juga dipengaruhi oleh dinamika kekuasaan dalam keluarga, di mana
perempuan secara aktif menegosiasikan relasi kuasa untuk menghindari dominasi
budaya yang menekan, khususnya yang bersifat patriarkal. Proses ini menghasilkan
pembentukan identitas komposit yang bersifat hibrid, fleksibel, dan kontekstual.
Dengan demikian, adaptasi budaya perempuan dalam perkawinan campuran dapat
dipahami sebagai proses komunikasi keluarga yang dinamis, di mana dialog,
negosiasi identitas, dan kesadaran diri menjadi kunci utama dalam membangun
relasi keluarga yang adaptif di tengah perbedaan kebudayaan berlapis.
Kata kunci: adaptasi budaya; perempuan; perkawinan campuran; komunikasi
antarbudaya; negosiasi identitas.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | Soleh MIKOM |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 04:14 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 04:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49885 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
