Putri, Nabilla Adhelia Cahyaning (2026) Isolasi dan Uji Potensi Jamur Antagonis Asal Rizosfer Tanaman Kentang Dalam Menghambat Pertumbuhan Colletotrichum sp. In Vitro. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (435kB) |
|
|
Text
2. Halaman Pengesahan.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
4. Abstrak.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
5. Daftar Isi.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
9. BAB I.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
14. Daftar Pustaka.pdf Download (161kB) |
Abstract
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura yang
mempunyai peran penting bagi perekonomian Indonesia. Konsumsi kentang di
Indonesia cukup tinggi, namun produktivitasnya terancam oleh organisme patogen
seperti jamur. Salah satunya adalah Colletotrichum sp. yang merupakan patogen
tular tanah (soil-borne). Jamur antagonis asal rizosfer berpeluang tinggi
mengendalikan Colletotrichum sp. Penelitian dilakukan dengan survey lokasi,
isolasi jamur antagonis asal tanah rizosfer tanaman kentang sehat, isolasi jamur
patogen dari daun dan batang tanaman kentang yang bergejala, identifikasi jamur
antagonis dan patogen yang berhasil diisolasi, uji patogenisitas Colletotrichum sp.
dan uji antagonisme menggunakan dual culture in vitro. Uji antagonis jamur asal
rizosfer tanaman kentang terhadap Colletotrichum sp. menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) kemudian dianalisis variansnya menggunakan uji ANOVA
5% dan Uji Lanjut Duncan. Penelitian ini dihasilkan isolat jamur asal rizosfer
tanaman kentang yang bersifat antagonis terhadap patogen Colletotrichum sp.
Genus jamur yang berhasil diisolasi adalah Trichoderma sp., Aspergillus sp.,
Penicillium sp., dan Gliocladium sp. Hasil uji antagonisme in vitro menunjukkan
bahwa persentase penghambatan tertinggi dimiliki oleh Trichoderma sp.2 (79.64%)
diikuti oleh Gliocladium sp. (77.38%) dan Trichoderma sp.1 (76.19%), kemudian
Aspergillus sp.2 (64.29%), Penicillium sp.1 (45.60%) dan Aspergillus sp.1
(45.24%). Persentase terendah adalah Penicillium sp.2 (35.71%). Seluruh isolat
menunjukkan kemampuan kompetisi. Isolat Penicillium sp.1, Penicillium sp.2, dan
Aspergillus sp.2 menunjukkan kemampuan antibiosis. Sedangkan isolat
Trichoderma sp.1, Trichoderma sp.2, dan Gliocladium sp. menunjukkan
kemampuan parasitisme.
Kata kunci: Colletotrichum sp, Jamur Rizosfer, Tanaman Kentang (Solanum
tuberosum L.), Dual Culture Methode
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 01:41 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 01:41 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49747 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
