Valencia, Aurora Ananta (2026) Studi Aktivitas Antimikroba Pada Bakteri Simbion Nudibranch Terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Pernapasan. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Aurora Ananta.zip Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (145kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (279kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (300kB) |
Abstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan
morbiditas dan mortalitas disegala usia dan jenis kelamin. Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri
patogen seperti P.aeruginosa, S.aureus, dan M. Tuberculosis. Namun, banyak orang yang
mengalami resistensi akibat penyalahan penggunaan antibiotik. Solusi dari permasalahan tersebut
yaitu dengan menemukan sumber antibiotik terbaru. Salah satunya menggunakan bakteri simbion
Nudibranch. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kondisi bakteri simbion nudibranch yang
ditumbuhkan dibeberapa media (MS, MB, dan ISP2), mengetahui senyawa dari bakteri simbion
nudibranch, dan mengetahui jenis bakteri simbion nudibranch. Penelitian ini menggunakan desain
eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tiga isolat bakteri (MHA 13, MHA 16,
dan 10 EC) dikultivasi pada tiga jenis media dan diekstraksi secara periodik dari hari ke-2 hingga
hari ke-14 sehingga diperoleh 13 ekstrak pada setiap isolat. Setiap ekstrak diuji aktivitas
antibakterinya terhadap P. aeruginosa, S. aureus, dan Mycobacterium smegmatis dengan total 351
data yang dianalisis menggunakan SPSS. Selain itu, terdapat isolat 4 EC yang diekstraksi
menggunakan metode maserasi sehingga diperoleh 27 data tambahan. Pada hasil uji antibakteri,
kondisi isolat MHA 13 dan 10 EC yang diberi perlakuan media yang berbeda memiliki perbedaan
signifikan, berdasarkan uji Kruskal Wallis media yang memiliki mean rank tertinggi di isolat MHA
13 berada pada media MS dan isolat 10 EC yang memiliki mean rank tertinggi berada di media MB.
Pada isolat MHA 16 dan 4 EC antar perlakuaannya tidak memiliki perbedaan signifikan karena
berdasarkan uji Kruskal Wallis memiliki nilai α>0.05. Hasil dari GCMS didapatkan beberapa
metabolit sekunder yang memiliki kandungan antibakteri,antiinflamasi, dan antikaker. Pada proses
identifikasi molekuler menggunakan 16S rRNA didapatkan isolate MHA 13 dan MHA 16 yaitu
Alcaligenes faecalis, 4EC dan 10 EC yaitu Priesta flexa.
Kata Kunci : GCMS, Nudibranch, Uji antibakteri
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 09:07 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 09:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49741 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
