Search for collections on Undip Repository

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) SEMARANG BERDASARKAN HUMAN FACTOR ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM (HFACS): STUDI KASUS KECELAKAAN DI KORIDOR 1

HAFIDZAH, RIFA’ATUL (2026) ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) SEMARANG BERDASARKAN HUMAN FACTOR ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM (HFACS): STUDI KASUS KECELAKAAN DI KORIDOR 1. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO RIFA'ATUL.pdf] Text
REPO RIFA'ATUL.pdf - Published Version

Download (282kB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Rapid Transit (BRT) masih menjadi isu keselamatan penting, khususnya di koridor perkotaan dengan lalu lintas padat dan kompleks. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman menyeluruh mengenai faktor penyebab kecelakaan melalui pendekatan sistem untuk meningkatkan keselamatan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab kecelakaan pada BRT Trans Semarang Koridor 1 menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif yang dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 di BLU UPTD Trans Semarang dan sepanjang Koridor 1. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari lima pengemudi BRT sebagai informan utama dan sembilan informan triangulasi yang meliputi manajer operasional, petugas lapangan, serta penumpang. Analisis data dilakukan melalui proses transkripsi, pengkodean berdasarkan HFACS, triangulasi sumber, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi akibat interaksi empat level dalam HFACS. Pada level unsafe acts ditemukan kesalahan keputusan, persepsi, keterampilan, dan pelanggaran situasional. Pada level preconditions terdapat faktor lalu lintas padat, parkir liar, keterbatasan dukungan kendaraan, serta kondisi mental pengemudi. Selain itu, pada level pengawasan dan organisasi ditemukan kelemahan pengawasan, perencanaan yang kurang tepat, keterlambatan penanganan masalah, keterbatasan sumber daya, serta kesenjangan antara prosedur dan kondisi lapangan. Pencegahan kecelakaan BRT perlu pendekatan menyeluruh yang mencakup perilaku pengemudi, pengawasan, pelatihan, serta kebijakan operasional yang berorientasi pada keselamatan.

Kata Kunci: BRT, HFACS, Manajemen Keselamatan, Kecelakaan Lalu Lintas, Transportasi Perkotaan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 22 Apr 2026 04:00
Last Modified: 22 Apr 2026 04:00
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49655

Actions (login required)

View Item View Item