Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Koloid Nanopartikel Emas Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Edelweiss Sebagai Zat Aktif Serum Antipenuaan

Pratiwi, Salsa Dila Nisa (2026) Pengaruh Koloid Nanopartikel Emas Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Edelweiss Sebagai Zat Aktif Serum Antipenuaan. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (81kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI.pdf] Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (136kB)
[thumbnail of 10. ABSTRAK.pdf] Text
10. ABSTRAK.pdf

Download (125kB)
[thumbnail of 11. ABSTRACT.pdf] Text
11. ABSTRACT.pdf

Download (113kB)
[thumbnail of 12. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
12. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of 17. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (152kB)

Abstract

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia sekaligus sebagai
garda terdepan dalam kontaminasi tubuh dengan polutan dan pelindung tubuh dari
paparan radiasi sinar UV matahari. Dilansir dari data Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika tahun 2023, tingkat indeks ultraviolet di wilayah
Indonesia sangat tinggi hingga ekstrem. Menurut aqicn.org, Air Quality Index di
Indonesia terus memburuk sepanjang tahun 2023 yang tergolong moderat hingga
tidak sehat. Hal tersebut berdampak pada kulit serta meningkatkan risiko penuaan
dini. Penuaan dini dapat dicegah menggunakan produk perawatan kulit yang
mengandung antioksidan. Ekstrak edelweiss mengandung antioksidan tinggi tetapi
senyawa aktif utama dalam ekstrak edelweiss sensitif terhadap cahaya dan panas
sehingga memungkinkan terjadinya degradasi. Agen antioksidan berupa
nanopartikel emas yang disintesis menggunakan metode ablasi laser pulsa
memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan tidak mengalami degradasi.
Kombinasi ekstrak edelweiss dan nanopartikel emas menjadi solusi untuk
meningkatkan aktivitas antioksidan serta memperkecil kemungkinan degradasi.
Uji antioksidan menggunakan metode DPPH kemudian menghasilkan nilai persen
inhibisi, dimana semakin tinggi persen inhibisi maka semakin tinggi aktivitas
antioksidan dalam menghambat radikal bebas. Ekstrak edelweiss murni memiliki
persentase inhibisi sebesar 93,44%. Menariknya, kombinasi ekstrak edelweiss
dengan nanopartikel emas dengan waktu ablasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit
memiliki persentase inhibisi berturut-turut sebesar 94,54%; 96,08%; 97,43%;
98,20%; dan 99,48%. Hal ini menunjukkan penambahan nanopartikel emas pada
ekstrak edelweiss dapat meningkatkan aktivitas antioksidan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Physics
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 21 Apr 2026 07:41
Last Modified: 21 Apr 2026 07:41
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49557

Actions (login required)

View Item View Item