Search for collections on Undip Repository

Stabilitas CT-Number Bolus Plastisin, Silicone rubber dan Silicone rubber-w pada Radioterapi 6 MV Selama 25 Fraksi

Saya, Datu Sinang (2026) Stabilitas CT-Number Bolus Plastisin, Silicone rubber dan Silicone rubber-w pada Radioterapi 6 MV Selama 25 Fraksi. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 01. Cover.pdf] Text
01. Cover.pdf

Download (42kB)
[thumbnail of 06. Lembar pengesahan.pdf] Text
06. Lembar pengesahan.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of 08. Daftar Isi.pdf] Text
08. Daftar Isi.pdf

Download (62kB)
[thumbnail of 12. Abstrak.pdf] Text
12. Abstrak.pdf

Download (43kB)
[thumbnail of 13. Abstract.pdf] Text
13. Abstract.pdf

Download (43kB)
[thumbnail of 14. BAB 1.pdf] Text
14. BAB 1.pdf

Download (126kB)
[thumbnail of 19. Daftar Pustaka.pdf] Text
19. Daftar Pustaka.pdf

Download (134kB)

Abstract

Studi ini melakukan evaluasi mendalam terhadap stabilitas nilai Hounsfield
Unit (HU) pada tiga varian material bolus plastisin, silicone rubber (SR) murni,
serta komposit silicone rubber-tungsten 6% (SR-W) selama siklus 25 fraksinasi radioterapi foton 6 MV. Menggunakan CT-simulator Canon Aquilion, pemantauan
nilai HU dilakukan secara periodik setiap 5 fraksi untuk membandingkan performa
radiologisnya terhadap nilai dasar (baseline). Hasil pengujian mekanik berbasis
standar ASTM D412 mengukuhkan SR-W sebagai material dengan elastisitas optimum, mencatatkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 1,17 MPa dengan kapasitas
elongasi mencapai 210%. Sebagai perbandingan, SR murni menunjukkan angka 0,8
MPa dengan elongasi 185%, sementara plastisin memiliki keterbatasan mekanik
yang signifikan dengan elongasi hanya 10-11%, sehingga lebih rentan terhadap deformasi permanen. Dari aspek radiologis, SR-W menunjukkan stabilitas CT-Number yang paling superior dengan deviasi hanya ±0,74% selama periode fraksinasi.
SR murni mengikuti dengan fluktuasi sebesar 1,96%, sedangkan plastisin mengalami pergeseran paling mencolok mencapai +8,3% (dari 120 HU menjadi 130
HU). Analisis dampak pada Treatment Planning System (TPS) mengungkapkan
bahwa meskipun ketiga material masih berada dalam ambang toleransi klinis (±20
HU), SR dan SR-W memberikan konsistensi distribusi dosis yang sangat tinggi
dengan variabilitas minimal (< 0,1%). Sebaliknya, plastisin menunjukkan tren
penurunan dosis rata-rata sebesar 0,23% yang berpotensi terakumulasi pada protokol terapi jangka panjang. Secara keseluruhan, komposit SR-W merupakan kandidat bolus klinis yang paling ideal karena mengintegrasikan stabilitas radiologis
yang sangat stabil, ketahanan mekanik yang tangguh, serta fleksibilitas yang sangat
baik terhadap paparan radiasi berulang.
Kata kunci: Bolus, Hounsfield Unit, radioterapi, stabilitas CT-number, tungsten,
silicone rubber, plastisin, distribusi dosis TPS

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Physics
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 21 Apr 2026 07:10
Last Modified: 21 Apr 2026 07:10
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49545

Actions (login required)

View Item View Item