Darniyus, AL-Adly and Warsono, Hardi and Afrizal, Teuku (2021) Starting Condition: Collaborative Governance dalam Alihfungsi Lahan di Kelurahan Sekaran. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
SAMPUL.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (4MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (6MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (17MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Submitted Version Download (804kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis collaborative governance (CG) dalam alihfungsi
lahan. CG berfungsi melibatkan stakeholder untuk membentuk kemitraan,
konsensus, dan pengambilan keputusan secara bersama. Pendaktan CG dalam
alihfungsi lahan penting untuk mewujudkan keseimbangan kepentingan antar
stakeholder, membangun kerjasama dan meningkatkan kepercayaan antar
stakeholder. Untuk memperluas dan memperdalam bangunan CG, maka unsur
power resource, incentives for participation dan prehistory of cooperation penting
untuk dianalisa secara integrasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan
menganalisis alihfungsi lahan dan menganalisis CG dalam alihfungsi lahan.
Penelitian ini mengaplikasikan teori Ansell & Gash. Pendekatan penelitian adalah
kualitatif-deskriptif, dengan lokus di Kelurahan Sekaran. Data primer diambil dari
observasi dan wawancara mendalam kepada informan dengan jumlah 10 orang,
termasuk Pemerintah Kota Semarang, swasta dan masyarakat. Pengambilan
sampel dilakukan dengan purposive dan snowball sampling. Data sekunder
diperoleh dari laporan pemerintah, literatur-literatur dan dokumentasi kerja
lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CG dalam alihfungsi lahan tidak
berjalan optimal. Ketidakseimbangan power resource, rendahnya incentives for
participation dan prehistory of cooperation telah menciderai pelaksanaan
collaborative governance dalam mengendalikan kegiatan alihfungsi lahan di
Kelurahan Sekaran. Faktor lain yang mempengaruhi adalah rendahnya koordinasi
antar stakeholder, lemahnya pengendalian pemerintah dan buruknya layanan
perizinan dalam kegiatan alihfungsi lahan. Maka, upaya untuk memperbaikinya
adalah dengan menyesuaikan program pemerintah dengan kondisi sosial-ekonomi
masyarakat lokal, mengambil keputusan dengan sifat deliberatif dan membangun
modal sosial secara bottom up, untuk membangun kerjasama antar stakeholder
dan menggerakkan masyarakat secara sukarela dalam mengendalikan alihfungsi
lahan.
Kata Kunci: Collaborative Governance, Kebijakan, Alihfungsi Lahan, Koordinasi, Pegendalian.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Public Administration |
| Depositing User: | Rusmanto MAP |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 02:54 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 02:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
