MELATI SUKMA, DEVI ENDAH (2024) DETEKSI RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA ISOLAT BAKTERI DARI TAMBAK TRADISIONAL DI KAWASAN PANTAI TIRANG, KOTA SEMARANG (24dsa394). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Devi Endah Melati Sukma 24dsa394 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Kawasan Pantai Tirang merupakan wilayah pantai yang memiliki banyak
tambak budidaya ikan seperti ikan bandeng (Chanos chanos), udang dan ikan
kapas-kapas (Gerres erythrourus). Aktivitas budidaya tidak terlepas dari penyakit
akibat infeksi bakteri yang menyerang tubuh ikan budidaya. Penggunaan antibiotik
untuk mencegah penyakit menjadi tren yang terus meningkat, tetapi dapat memicu
terjadinya resistensi. Resistensi antibiotik menjadi salah satu masalah global yang
sangat penting untuk dikaji. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengetahui kelimpahan
bakteri dari sedimen dan insang ikan dari tambak tradisional di Kawasan Pantai
Tirang. (2) Mengetahui karakteristik morfologi isolat bakteri sedimen dan insang
ikan secara makroskopis. (3) Mengetahui bakteri pada sedimen dan insang ikan
yang resisten terhadap antibiotik dan karakteristiknya secara mikroskopis.
Penelitian dilakukan pada bulan Januari- April 2024 dengan pengambilan data
menggunakan metode random sampling. Sampel yang diambil adalah sedimen
tambak dan insang pada ikan di 3 titik berbeda. Hasil dari penelitian ini yaitu
kelimpahan bakteri dari sampel ikan tertinggi berasal dari Titik 3 sebesar 5,52 x 106
CFU/ mL sedangkan kelimpahan bakteri tertinggi pada sampel sedimen berasal dari
Titik 2 sebesar 2,45 x 107 CFU/ mL. Karakteristik morfologi isolat bakteri sedimen
dan insang secara makroskopis yang ditemukan didominasi bentuk circular (21
isolat), dengan warna putih susu (21 isolat), elevasi raised (11 isolat), dan tepian
entire (25 isolat). Perbedaan morfologi tiap bakteri disebabkan karena setiap bakteri
memiliki karakter yang berbeda. Hasil uji resistensi didapatkan 11 isolat bakteri
resisten terhadap antibiotik Tetrasiklin yang didominasi oleh isolat dari sampel
insang. Zona hambat paling kecil adalah isolat sedimen dengan kode S.A.2.b yaitu
sebesar 7,3 mm. Karakteristik bakteri resisten didominasi dengan bentuk basil. 8
Isolat bakteri termasuk Gram negatif dan 3 termasuk Gram positif. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa setiap isolat bakteri pada
sedimen dan insang ikan memiliki kelimpahan dan kepekaan terhadap antibiotik
yang berbeda.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antibiotik, Budidaya, Resistensi, Zona Hambat |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 02:32 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 02:32 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49480 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
