Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN KUALITAS FISIK UDARA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME PADA PEGAWAI KANTOR DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

DEWI, NABILA AULIA RAHMA (2026) HUBUNGAN KUALITAS FISIK UDARA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME PADA PEGAWAI KANTOR DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO NABILA AULIA.pdf] Text
REPO NABILA AULIA.pdf - Published Version

Download (579kB)

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) pertama kali dilaporkan pada tahun 1970an didefinisikan sebagai kumpulan gejala kesehatan yang dialami penghuni gedung tanpa penyebab medis yang jelas berhubungan dengan waktu tinggal di dalam bangunan. Desain gedung perkantoran umumnya tertutup rapat dan bergantung pada sistem ventilasi mekanik, jika tidak dikelola dengan baik dapat memicu penurunan kualitas udara dalam ruang. Penelitian ini meneliti hubungan antara kualitas fisik udara dalam ruang (suhu, kelembapan, intensitas cahaya, frekuensi pembersihan AC) serta karakteristik individu (usia, jenis kelamin, riwayat merokok, riwayat alergi, durasi bekerja, masa kerja, dan kondisi psikososial) dengan kejadian SBS pada pegawai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh ruang kerja dan pegawai berjumlah 174 orang dengan sampel penelitian mencakup 38 ruang kerja beserta masing-masing satu pekerja di dalamnya dengan kondisi sehat. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan prevalensi kejadian SBS di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebesar 52,6% dengan gejala paling banyak, yaitu mudah mengantuk, lelah, letih, lesu, gejala seperti flu, dan sakit kepala. Hasil uji Chi-Square menyatakan bahwa terdapat hubungan antara suhu (p = 0,049; OR = 4,829; 95% CI: 1,213-19,219), usia (p = 0,008; OR 11,250; 95% CI: 1,991-63,560), dan durasi kerja (p = 0,038; OR 9,500; 95% CI: 1,014-88,966) dengan kejadian SBS pada pegawai. Sedangkan kelembapan, intensitas cahaya, frekuensi pembersihan AC, Jenis kelamin, masa kerja, riwayat merokok, riwayat alergi, dan kondisi psikososial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian SBS.

Kata Kunci: Sick Building Syndrome (SBS); Kualitas Udara Dalam Ruang (KUDR); karakteristik individu

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 21 Apr 2026 01:31
Last Modified: 21 Apr 2026 01:31
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49449

Actions (login required)

View Item View Item