Sari, Rizki Permata (2026) Enkapsulasi Pupuk Cair Urea-Amonium Nitrat (CUAN) dalam Matriks Silika-Selulosa untuk Lepas Lambat Nitrogen dan Peningkatan Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.). Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. cover.pdf Download (181kB) |
|
|
Text
3. Halaman Pengesahan.pdf Download (402kB) |
|
|
Text
5. Ringkasan.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
6. daftar isi.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
7. bab 1.pdf Download (323kB) |
|
|
Text
12. dapus.pdf Download (277kB) |
Abstract
Nitrogen (N) merupakan unsur hara makro esensial yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan tanaman, namun efisiensi penyerapannya relative rendah akibat
hilangnya nitrogen secara substansial ke lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini,
pengembangan pupuk lepas lambat (SRF) sangat penting, yang memungkinkan
pelepasan unsur hara yang terkontrol dan bertahap. Penelitian ini mengeksplorasi
matriks silika mesopori yang dimodifikasi dengan selulosa untuk enkapsulasi
pupuk CUAN (urea, amonium, dan nitrat berbasis cair).
Pupuk SRF disintesis melalui metode sol-gel dengan variasi meliputi silika
murni, silika-selulosa non kalsinasi, silika-selulosa kalsinasi pada temperatur
550°C dan 700°C. Glutaraldehida dilapiskan ke dalam semua variasi pupuk SRF
untuk mengatur keluarnya pupuk ke lingkungan. Teknik karakterisasi yang
digunakan meliputi Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier (FTIR) untuk
identifikasi gugus fungsi, Mikroskop Elektron Pemindaian yang digabungkan
dengan Sinar-X Dispersi Energi (SEM-EDX) untuk morfologi dan komposisi unsur,
serta Gas Sorption Analyzer (GSA) untuk analisis luas permukaan dan ukuran pori,
Ultraviolet-Visibel (UV-Vis) digunakan untuk mengukur konsentrasi nitrogen yang
terlepas.
Hasil uji pelepasan pupuk, menunjukan sampel SSCGK 550 °C
menunjukkan pelepasan nitrat tertinggi yaitu 893,7 ppm pada hari ke-10
dibandingkan SSCGNK 641,6 ppm, SGCG 424 ppm, dan SSCGK 700 °C 77,2
ppm. Hasil aplikasi pada tanaman pakcoy juga menunjukkan bahwa SSCGK 550
°C menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan jumlah daun mencapai 8 helai pada
hari ke-15, lebih tinggi dibandingkan SSCGK 700 °C 4 helai dan kontrol 3 helai,
sehingga menunjukkan potensi terbaik sebagai pupuk lepas lambat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 02:57 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 02:57 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49372 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
