Akbar, Fadhil Raihan and Widyastuti, Rita Hadi and Yatsushiro, Rika (2026) Studi Komparatif pada Manajemen Nyeri untuk pasien Lansia diantara Jepang dan Indonesia. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020124220143_Fadhil Raihan Akbar_KTI Profesi Ners.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Pengelolaan nyeri pada lanjut usia merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan karena nyeri yang tidak tertangani dapat menurunkan fungsi fisik, kesejahteraan psikologis, dan kualitas hidup. Indonesia dan Jepang menghadapi tantangan dalam manajemen nyeri geriatri, namun penelitian perbandingan keduanya masih terbatas. Di Indonesia, penelitian lebih banyak menyoroti prevalensi dan dampak fungsional, sementara pengaruh budaya, religiositas, dan peran keluarga dalam proses pengambilan keputusan kurang dieksplorasi. Sebaliknya, Jepang telah meneliti klinik nyeri terstruktur dan layanan paliatif, namun masih minim pembahasan mengenai stoikisme budaya, regulasi opioid yang ketat, dan orientasi kemandirian terhadap pelaporan nyeri dan kepatuhan terapi. Penelitian ini bertujuan membandingkan praktik pengelolaan nyeri lansia di Indonesia dan Jepang serta mengidentifikasi bagaimana budaya dan praktik rumah sakit memengaruhi penilaian dan penatalaksanaan nyeri. Studi dilakukan pada 31 Oktober–7 November 2025 di Rumah Sakit Minamikagoshima Sakura menggunakan wawancara semi-struktur. Pengumpulan data mencakup memperoleh izin observasi, mengikuti perawat untuk memahami rutinitas, mewawancarai mereka saat waktu luang, serta mengidentifikasi pentingnya pengelolaan nyeri berdasarkan informasi yang diperoleh. Hasil menunjukkan bahwa Indonesia menekankan intervensi non-farmakologis, dukungan spiritual, dan keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan, dengan paracetamol sebagai analgesik utama. Pendekatan psikosomatis banyak digunakan dalam konteks budaya religius. Jepang menekankan pemberdayaan pasien melalui peningkatan ADL, kolaborasi tim multidisipliner harian, serta penggunaan analgesik yang terkontrol ketat. Edukasi mengenai obat, termasuk opioid, diberikan secara menyeluruh untuk memastikan penggunaan aman. Kesimpulan menunjukkan bahwa perbedaan budaya, regulasi, dan struktur sistem kesehatan menghasilkan variasi signifikan dalam manajemen nyeri lansia. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan strategi sensitif budaya yang meningkatkan akurasi penilaian dan kesinambungan perawatan.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nyeri, Lansia, Geriarti, Indonesia, Jepang |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | S.Hum Bekti Iskandar |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 02:21 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 02:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49361 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
