Search for collections on Undip Repository

Efektivitas Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa) dan Daun Sirsak (Annona muricata) sebagai Biopestisida terhadap Mortalitas Jangkrik (Gryllus bimaculatus)

Nursabrina, Azra Batrisyia (2026) Efektivitas Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa) dan Daun Sirsak (Annona muricata) sebagai Biopestisida terhadap Mortalitas Jangkrik (Gryllus bimaculatus). Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (160kB)
[thumbnail of 2. HALAMAN PENGESAHAN.PDF] Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.PDF

Download (511kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (281kB)
[thumbnail of 4. ABSTRAK.pdf] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of 5. ABSTRACT.pdf] Text
5. ABSTRACT.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of 9. DAFTAR ISI.pdf] Text
9. DAFTAR ISI.pdf

Download (190kB)
[thumbnail of 13. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
13. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of 17. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (237kB)

Abstract

Jangkrik merupakan hama tanaman hortikultura. Biopestisida alami
dikembangkan sebagai pestisida alternatif yang lebih aman. Kulit bawang merah
dan daun sirsak mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, dan skuamosin yang
bersifat insektisida. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak kulit
bawang merah, ekstrak daun sirsak, dan kombinasinya terhadap indikator fisiologis
jangkrik, meliputi konsumsi pakan, konsumsi oksigen, laju respirasi, metabolisme
histologi midgut, dan mortalitas. Metode penelitian menggunakan rancangan acak
lengkap terdiri dari 11 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi, kontrol (P0),
pestisida sintetis 1% (P1), ekstrak kulit bawang merah dengan dosis 25% (P2), 50%
(P3), 75% (P4), ekstrak daun sirsak dengan dosis 25% (P5), 50% (P6), 75% (P7),
kombinasi ekstrak kulit bawang merah dengan daun sirsak dengan dosis 25:75%
(P8); 50:50% (P9); dan 75:25% (P10). Penelitian ini meliputi pembuatan
biopestisida, perlakuan terhadap jangkrik, pengamatan mikroskopis midgut, serta
analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, ANOVA, Duncan, regresi
linear, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida sintetis,
ekstrak kulit bawang merah, ekstrak daun sirsak, dan kombinasinya berpengaruh
dalam penurunan parameter fisiologis diikuti pelebaran lumen midgut. Peningkatan
dosis memiliki korelasi negatif kuat dengan penurunan aktivitas fisiologis, serta
berkorelasi positif kuat terhadap pelebaran lumen. Dosis yang semakin tinggi
menyebabkan disorganisasi jaringan epitel, hilangnya vili, penipisan lapisan otot,
dan pelebaran lumen midgut. Biopestisida kombinasi memiliki keunggulan
dibandingkan ekstrak tunggal dan pestisida sintetis karena mengandung senyawa
bioaktif yang bekerja secara sinergis sehingga tetap efektif mengendalikan hama
sekaligus lebih ramah lingkungan dan mudah terurai. Berdasarkan penelitian yang
telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perlakuan biopestisida ekstrak terbukti
sangat efektif dalam penurunan aktivitas fisiologis, kerusakan histologis, dan
terjadinya mortalitas pada jangkrik. Kombinasi biopestisida ekstrak kulit bawang
merah dengan daun sirsak pada rasio (25:75%) merupakan formulasi terbaik dan
terbukti sangat efektif menekan aktivitas fisiologis, dan merusak struktur histologis
midgut, serta menyebabkan mortalitas jangkrik.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 16 Apr 2026 08:55
Last Modified: 16 Apr 2026 08:55
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49233

Actions (login required)

View Item View Item