FEBRIA, LEDIESTYA BILQIS NUR and Santoso, Budi and Muhyidin, Muhyidin (2026) Perbandingan Kedudukan Pencipta Hasil Karya Cipta Artificial Intelligence Antara Hukum Hak Cipta Indonesia dan Inggris. _023 DG 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
LEDIESTYA BILQIS NUR FEBRIA_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (484kB) |
|
|
Text
LEDIESTYA BILQIS NUR FEBRIA_ABSTRAK.pdf Download (40kB) |
|
|
Text
LEDIESTYA BILQIS NUR FEBRIA_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (252kB) |
|
|
Text
LEDIESTYA BILQIS NUR FEBRIA_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
|
|
Text
LEDIESTYA BILQIS NUR FEBRIA_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (258kB) |
|
|
Text
LEDIESTYA BILQIS NUR FEBRIA_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (52kB) |
|
|
Text
LEDIESTYA BILQIS NUR FEBRIA_DAFPUS.pdf Download (199kB) |
Abstract
Perkembangan kecerdasan buatan, termasuk kecerdasan buatan generatif sedang banyak dimanfaatkan terutama dalam penghasilan karya. Penghasilan karya melalui kecerdasan buatan generatif kemudian menimbulkan pertanyaan terkait dengan kedudukan pencipta dari karya yang dihasilkan tersebut. Kedudukan pencipta dari suatu karya merupakan hal yang krusial untuk diketahui karena berkaitan erat dengan pemanfaatan sebuah karya baik dalam segi moral, maupun ekonomi. Berkaitan dengan kondisi yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum hak cipta di Indonesia dan Inggris dalam menanggapi karya cipta hasil kecerdasan buatan generatif, khususnya terkait dengan kedudukan pencipta daripadanya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan doktrinal melalui penelaahan terhadap hukum hak cipta Indonesia dan perbandingannya dengan hukum hak cipta Inggris. Berdasarkan hasil penelitian, hukum hak cipta Indonesia tidak mengakui keberadaan computer-generated work sebagai sebuah karya yang menyebabkan ketiadaan kedudukan pencipta atas karya cipta hasil kecerdasan buatan. Hal ini berimplikasi pada rawannya sengketa kepemilikan hingga keberlanjutan industri kreatif. Sementara itu, hukum hak cipta Inggris telah memiliki kerangka tertentu dalam menempatkan kedudukan pencipta atas karya hasil kecerdasan buatan. Namun, ketentuan yang masih belum dapat memberikan kepastian hukum yang komprehensif dalam menentukan pencipta karya cipta hasil kecerdasan buatan generatif. Hal tersebut berimplikasi pada ketidakjelasan pihak yang berhak sebagai pencipta hingga ketiadaan hak moral bagi pencipta atas karya cipta kecerdasan buatan generatif. Temuan penelitian ini menghasilkan bahwa perlunya pembaruan hukum hak cipta di Indonesia agar mampu mengakomodasi perkembangan kecerdasan buatan, khususnya dalam memberikan kepastian hukum terhadap kedudukan pencipta dari sebuah karya yang dihasilkan melalui teknologi dengan tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar hukum hak cipta.
Kata Kunci: Hak Cipta, Pencipta, Artificial Intelligence
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Cipta, Pencipta, Artificial Intelligence |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 07:02 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 07:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49184 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
