Search for collections on Undip Repository

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA DI INDUSTRI BATU BATA KELURAHAN PLAMONGANSARI KOTA SEMARANG

SIRAIT, KARIN RUMONDANG BELENSIA (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA DI INDUSTRI BATU BATA KELURAHAN PLAMONGANSARI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO KARIN.pdf] Text
REPO KARIN.pdf - Published Version

Download (515kB)

Abstract

Industri batu bata merupakan salah satu industri sektor informal yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan pekerja. Rangkaian proses pembuatan batu bata menghasilkan zat berbahaya, seperti debu silika serta partikel halus yang dapat terinhalasi oleh pekerja dan berpotensi mengakibatkan gangguan fungsi paru. Faktor kimia yang umum ditemui di lingkungan kerja ialah debu, termasuk debu respirable yakni debu yang dapat masuk ke dalam saluran pernapasan yang berpotensi mengakibatkan gangguan fungsi paru. Fungsi paru dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni usia, jenis kelamin, ras status gizi, riwayat penyakit, kebiasaan merokok, masa kerja, durasi bekerja, kebiasaan penggunaan APD, serta kadar debu terinhalasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan fungsi paru pada pekerja di industri batu bata Kelurahan Plamongansari Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian observasi analitik dan desain cross sectional. Adapun populasi dan sampel penelitian ini ialah sebanyak 45 orang pekerja batu bata di Kelurahan Plamongansari Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan lembar kuesioner, pemeriksaan kapasitas fungsi paru menggunakan spirometri, serta pengukuran konsentrasi PM2,5 di lingkungan kerja menggunakan Dust Counter DAZ-400. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan sebesar p-value < 0,05. Dari 45 responden, sebanyak 28 pekerja (62,2%) mengalami gangguan fungsi paru. hasil analisis menunjukkan bahwa masa kerja tidak memiliki hubungan dengan kejadian gangguan fungsi paru (p-value = 0,658), durasi kerja (p-value = 0,012) dan penggunaan APD (p-value = 0,008) menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan kejadian gangguan fungsi paru. Paparan debu dan faktor perilaku individu memiliki peran penting terhadap kejadian gangguan fungsi paru, khususnya pada pekerja industri batu bata. Perlu dilakukan pengendalian pajanan debu dan penggunaan APD berupa masker secara konsisten untuk menurunkan risiko gangguan pada sistem pernapasan.

Kata Kunci : Faktor risiko, gangguan fungsi paru, pekerja batu bata

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 14 Apr 2026 01:19
Last Modified: 14 Apr 2026 01:19
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49027

Actions (login required)

View Item View Item