FITRI, LAILA ANNISA and Ardianto, Hendra Try (2026) EXTRAKSI TANPA SOLUSI: PENOLAKAN BURUH TERHADAP PEMOTONGAN GAJI PADA PROGRAM TABUNGAN PERUMAHAN RAKYAT (TAPERA). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Skripsi Laila_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (705kB) |
|
|
Text
Skripsi Laila_Bab I.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Skripsi Laila_Bab II.pdf - Submitted Version Download (615kB) |
|
|
Text
Skripsi Laila_Bab III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Skripsi Laila_Bab IV.pdf - Submitted Version Download (125kB) |
|
|
Text
Skripsi Laila_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (200kB) |
|
|
Text
Skripsi Laila_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Pada penelitian ini menganalisis dinamika penolakan buruh terhadap kebijakan
pemotongan gaji dalam Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dengan
menggunakan kerangka teori deprivasi relatif Ted Robert Gurr, terutama analisis
pada konsep kesenjangan antara value expectation dan value capabilities. Dalam
kasus ini bertujuan menjelaskan faktor penyebab resistensi buruh, bentuk-bentuk
penolakan yang digunakan serikat buruh, serta posisi gerakan tersebut dalam
lingkup konflik sosial dan politik. Metode penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif studi kasus melalui wawancara dan analisis terhadap tindakan kolektif
organisasi buruh di Jawa Tengah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan buruh muncul oleh ketidaksesuaian
antara harapan buruh terhadap peningkatan kesejahteraan dan kebijakan negara
yang justru menambah beban ekonomi melalui pemotongan gaji wajib sebesar
2,5%. Program yang bertujuan membantu penyediaan rumah bagi masyarakat ini
justru dipandang buruh sebagai kebijakan yang membebani tanpa memberikan
solusi yang jelas bagi kebutuhan tempat tinggal mereka. Resistensi kemudian
berkembang dalam dua bentuk, yaitu jalur terbuka melalui aksi massa damai dan
jalur tertutup melalui advokasi serta lobi kebijakan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengabaian aspirasi buruh berpotensi
menurunkan legitimasi pe merintah dan menjadi akumulasi ketidakpuasan sosial di
masa depan jika kesenjangan antara tujuan kebijakan dan realitas masyarakat
apabila tidak segera diselesaikan.
Kata Kunci: Tapera, Pemotongan gaji, Gerakan sosial, Aksi penolakan Kota
Semarang 2024
85 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 03:40 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 03:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
