SIRAIT, ANDREI SEVEN MANUEL and Sulistyani, Hapsari Dwiningtyas (2026) MEMAHAMI NEGOSIASI IDENTITAS KEAGAMAAN PEREMPUAN MUSLIM DALAM PERNIKAHAN BEDA AGAMA DENGAN LAKI-LAKI KATOLIK. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Andrei Seven Manuel Sirait_14040122130109_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (938kB) |
|
|
Text
Andrei Seven Manuel Sirait_14040122130109_Bab 1.pdf - Submitted Version Download (668kB) |
|
|
Text
Andrei Seven Manuel Sirait_14040122130109_Bab 2.pdf - Submitted Version Download (269kB) |
|
|
Text
Andrei Seven Manuel Sirait_14040122130109_Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (746kB) |
|
|
Text
Andrei Seven Manuel Sirait_14040122130109_Bab 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (328kB) |
|
|
Text
Andrei Seven Manuel Sirait_14040122130109_Bab 5.pdf - Submitted Version Download (278kB) |
|
|
Text
Andrei Seven Manuel Sirait_14040122130109_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (259kB) |
|
|
Text
Andrei Seven Manuel Sirait_14040122130109_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Pernikahan beda agama menghadirkan dinamika komunikasi yang kompleks,
khususnya terkait bagaimana individu mempertahankan sekaligus menegosiasikan
identitas keagamaannya dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan
untuk memahami pengalaman perempuan Muslim dalam menegosiasikan identitas
keagamaan mereka dalam pernikahan dengan laki-laki Katolik. Penelitian ini
menggunakan pendekatan fenomenologi dengan melibatkan tujuh informan
perempuan Muslim yang menjalani pernikahan beda agama dengan pasangan
Katolik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis melalui
tahapan analisis fenomenologis untuk menemukan makna pengalaman para
informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi identitas keagamaan
tidak berlangsung melalui konflik terbuka, melainkan melalui praktik keseharian
yang bersifat personal, kontekstual, dan relasional. Negosiasi dilakukan dengan
memposisikan simbol keagamaan sebagai kebutuhan ibadah personal dalam ruang
domestik, sehingga simbol tidak selalu ditampilkan sebagai identitas publik,
melainkan disesuaikan dengan kenyamanan relasi dalam keluarga. Selain itu,
praktik ibadah dijalankan sebagai ranah personal yang dilakukan secara paralel
tanpa saling mencampuri, sehingga perbedaan keyakinan tidak berkembang
menjadi konflik terbuka. Dalam aspek konsumsi, negosiasi berlangsung melalui
pengelolaan batas halal–haram yang dilakukan melalui strategi adaptasi praktis,
seperti pemisahan makanan atau penyesuaian dalam aktivitas makan bersama.
Sementara itu, dalam perayaan hari besar keagamaan, negosiasi dilakukan dengan
memaknai perayaan sebagai ruang sosial dan kebersamaan keluarga tanpa
keterlibatan dalam ritual keagamaan pasangan. Pada aspek pendidikan agama anak,
negosiasi berlangsung melalui proses diskusi dan kesepahaman pasangan, dengan
mempertimbangkan nilai keluarga serta kebebasan individu anak. Temuan ini
menunjukkan bahwa negosiasi identitas keagamaan dalam pernikahan beda agama
berlangsung melalui pembentukan batas personal, strategi adaptasi dalam
kehidupan domestik, serta penyesuaian relasional yang memungkinkan perbedaan
keyakinan tetap berjalan berdampingan dalam kehidupan rumah tangga.
Keywords: negosiasi identitas keagamaan; pernikahan beda agama; perempuan
Muslim; komunikasi antarbudaya
73. Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 04:08 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 04:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48573 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
