Ramadan, Fauzan Haidar and Sardini, Nur Hidayat (2026) PARTISIPASI PEMILIH DISABILITAS PADA PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM DI KOTA SEMARANG (Studi Komparasi Pemilihan Umum 2019 dan 2024). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
FAUZAN HAIDAR RAMADAN_1_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (916kB) |
|
|
Text
FAUZAN HAIDAR RAMADAN_2_BAB I.pdf - Submitted Version Download (397kB) |
|
|
Text
FAUZAN HAIDAR RAMADAN_3_BAB II.pdf - Submitted Version Download (375kB) |
|
|
Text
FAUZAN HAIDAR RAMADAN_4_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (894kB) |
|
|
Text
FAUZAN HAIDAR RAMADAN_5_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (203kB) |
|
|
Text
FAUZAN HAIDAR RAMADAN_6_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (179kB) |
|
|
Text
FAUZAN HAIDAR RAMADAN_7_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis partisipasi pemilih penyandang disabilitas dalam
penyelenggaraan pemilihan umum di Kota Semarang melalui studi komparasi
antara Pemilu 2019 dan Pemilu 2024. Dua pertanyaan riset utama yang dijawab
adalah bagaimana perubahan partisipasi pemilih disabilitas antara dua siklus pemilu
tersebut, serta faktor-faktor apa yang memengaruhinya. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan teknik pengumpulan data
berupa wawancara mendalam terhadap dua belas informan yang mencakup
komisioner KPU Kota Semarang, perwakilan organisasi disabilitas, serta pemilih
dari tiga kategori jenis disabilitas yakni tunadaksa, tunanetra, dan tunarungutunawicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemilih
disabilitas meningkat dari 32% pada 2019 menjadi 41,6% pada 2024, disertai
pergeseran pola partisipasi dari pasif-reaktif menuju semi-mandiri. Namun
peningkatan ini bersifat tidak merata, pemilih tunanetra dan pemilih di zona urban
dataran mencatat kemajuan tertinggi, sementara pemilih tunarungu-tunawicara dan
pemilih di zona pesisir serta perbukitan mengalami perubahan yang sangat terbatas.
Partisipasi dipengaruhi oleh faktor-faktor umum seperti aksesibilitas fisik TPS,
kualitas alat bantu, kapasitas petugas KPPS, hambatan komunikasi, intensitas
sosialisasi, dukungan keluarga, political efficacy, biaya ekonomi, dan stigma sosial;
serta faktor-faktor khusus Kota Semarang seperti banjir rob, topografi perbukitan,
underreporting di wilayah pinggiran, dan keberadaan komunitas disabilitas yang
relatif terorganisir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kota Semarang berada di
antara fase konsolidasi-implementasi dan fase substantif-transformatif dalam
spektrum demokrasi inklusif: kemajuan prosedural telah terjadi, namun kesetaraan
substantif dalam hak pilih belum terwujud bagi seluruh kelompok pemilih
disabilitas.
Kata kunci: Pemilu 2019, Pemilu 2024, pemilih disabilitas, aksesibilitas TPS,
demokrasi inklusif, Kota Semarang, partisipasi politik
64 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 00:39 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 00:39 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48368 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
