Ananta, Stanislaus Justin and Anggraheni, Palupi (2026) SINERGI AKTOR NEGARA DAN CIVIL SOCIETY DALAM IMPLEMENTASI ASEAN WORK PLAN ON SECURING COMMUNITIES AGAINST ILLICIT DRUGS 2016-2025 DI INDONESIA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover-Daftar Isi_Stanislaus Justin Ananta_14050122130050.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (667kB) |
|
|
Text
BAB 1_Stanislaus Justin Ananta_14050122130050.pdf - Submitted Version Download (247kB) |
|
|
Text
BAB 2_Stanislaus Justin Ananta_14050122130050.pdf - Submitted Version Download (145kB) |
|
|
Text
BAB 3_Stanislaus Justin Ananta_14050122130050.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (123kB) |
|
|
Text
BAB 4_Stanislaus Justin Ananta_14050122130050.pdf - Submitted Version Download (68kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Stanislaus Justin Ananta_14050122130050.pdf - Submitted Version Download (291kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ASEAN Work Plan on Securing Communities Against Illicit Drugs 2016–2025 di Indonesia. Sebagai isu kejahatan transnasional, peredaran narkotika di Asia Tenggara menuntut koordinasi regional yang sinkron antara kebijakan domestik dan standar kawasan. Menggunakan kerangka teori Multi-Level Governance (MLG) dan konsep Human Security, penelitian ini mengevaluasi tiga pilar utama: pencegahan (prevention), rehabilitasi (treatment), dan penegakan hukum (law enforcement). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan laporan resmi instansi terkait hingga periode Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil menyelaraskan kebijakan nasional P4GN dengan mandat ASEAN secara administratif dan teknis. Hal ini dibuktikan dengan perluasan program Desa Bersinar dan peningkatan signifikan jumlah fasilitas Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Namun, implementasi di lapangan masih menunjukkan asimetri strategi, di mana pendekatan penegakan hukum (Hard Power) tetap mendominasi dibandingkan pendekatan kesehatan publik. Tingginya angka penangkapan tersangka, termasuk keterlibatan Warga Negara Asing (WNA) dan anak di bawah umur, mencerminkan besarnya tekanan sindikat transnasional. Kesimpulannya, efektivitas implementasi strategi ASEAN di Indonesia masih bersifat parsial akibat hambatan struktural, keterbatasan sumber daya manusia di tingkat lokal, serta persistensi stigma sosial yang menghambat proses rehabilitasi pengguna secara inklusif.
Kata Kunci: Narkotika, ASEAN Work Plan on Securing Communities Against Illicit Drugs 2016-2025, Indonesia, P4GN, Penegakan Hukum, Rehabilitasi
31 hUBUNGAN iNTERNASIONAL 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 04:40 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 04:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48258 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
