Kusuma, Prambito Naufal and Farabi, Nadia (2026) PENGARUH EXECUTIVE ORDER NO. 13769 ERA DONALD TRUMP TERHADAP PEMBENTUKAN PERSEPSI PUBLIK ATAS PENGUNGSI SURIAH. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Prambito Naufal Kusuma_14050122140091_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (610kB) |
|
|
Text
Prambito Naufal Kusuma_14050122140091_ BAB I.pdf - Submitted Version Download (298kB) |
|
|
Text
Prambito Naufal Kusuma_14050122140091_BAB II.pdf - Submitted Version Download (295kB) |
|
|
Text
Prambito Naufal Kusuma_14050122140091_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (417kB) |
|
|
Text
Prambito Naufal Kusuma_1405022140091_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (134kB) |
|
|
Text
Prambito Naufal Kusuma_14050122140091_DAFPUS.pdf - Submitted Version Download (164kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan Executive Order No. 13769 era
Presiden Donald Trump membentuk persepsi publik Amerika Serikat terhadap
pengungsi Suriah. Di tengah krisis kemanusiaan global, doktrin America First
secara drastis merestrukturisasi pandangan domestik Amerika Serikat terhadap isu
suaka internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif yang
berbasis pada pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan (library
research). Kerangka analisis utama yang diaplikasikan adalah teori sekuritisasi dari
Copenhagen School, yang berfokus pada konstruksi ancaman melalui mekanisme
tindak tutur (speech acts). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Executive Order
No. 13769 secara efektif beroperasi sebagai mesin sekuritisasi yang merekayasa
realitas sosial masyarakat. Melalui retorika pemerintah yang menggunakan diksi
"teroris asing" dan narasi "Extreme Vetting", status ontologis pengungsi Suriah
sistematis diubah dari "korban perang" menjadi "ancaman eksistensial" bagi
kedaulatan negara. Keberhasilan ini diamplifikasi oleh media massa sebagai ruang
gema yang menyebarkan metafora "kuda troya", sehingga melembagakan
stigmatisasi Islamofobia. Berdasarkan data opini publik, sekuritisasi ini terbukti
menciptakan polarisasi partisan ekstrem; empati kemanusiaan berhasil dikalahkan
oleh ketakutan asimetris buatan negara. Pada akhirnya, kebijakan ini melegitimasi
eksklusi moral dan berhasil meredefinisi jati diri Amerika Serikat dari negara suaka
inklusif menjadi "negara benteng" (fortress America) yang dipenuhi dinding
prasangka.
Kata Kunci: Executive Order No. 13769, pengungsi Suriah, Donald Trump, teori
sekuritisasi, persepsi publik
56 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 08:57 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 06:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48249 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
