Susianto, Indra Adi and Rachmawati, Banundari and Susilaningsih, Neni and Hidayat, Syarief Thaufik (2026) PENGARUH PEMBERIAN ANDROGRAFOLIDE TERHADAP MENCIT MODEL ENDOMETRIOSIS, Studi pada Ratio M1-M2, kadar TNF alpha, IL-17A ekspresi VEGF-A, P53, Ki67 dan luas jaringan ektopik endometrium. Doctoral thesis, universitas diponegoro.
|
Text (Disertasi Indra Adi Susianto)
abstrak saja utk upload ke website undip.pdf Download (104kB) |
Abstract
Pendahululan : Andrografolide adalah senyawa yang dapat berperan meningkatkan fungsi sistem pertahanan tubuh sebagai antiinflamasi. Aktifitas TNF-α, IL 17A, menjadi lingkungan mikro yang ideal untuk pertumbuhan endometriosis sehingga memicu makrofag M2 berperan mendorong perkembangan endometriosis sehingga makrofag M1 tidak dapat menghambat pertumbuhan endometriosis dan terbentuknya angiogenesis endometriosis pada peritoneum yang menyebabkan ekspresi VEGF-A, P53 dan Ki67 meningkat.
Tujuan : Membuktikan andrografolide terhadap sistem imun pada cairan peritoneum dan luas pertumbuhan jaringan endometriosis pada mencit BALB/C setelah 7 hari pemberian terapi dibandingkan terapi standar dan tanpa terapi.
Metode Penelitian :
Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorik dengan desain posttest-only control group menggunakan 42 ekor mencit betina galur BALB/c yang dibagi ke dalam enam kelompok (kontrol negatif, kontrol positif endometriosis, serta beberapa kelompok perlakuan andrografolide dengan variasi dosis). Model endometriosis dibuat melalui induksi jaringan endometrium secara intraperitoneal, kemudian hewan diberikan intervensi sesuai kelompoknya selama periode tertentu. Data yang dikumpulkan meliputi kadar sitokin inflamasi TNF-α dan IL-17A yang diukur dengan metode ELISA, ekspresi VEGF-A, P53, dan Ki67 yang dianalisis melalui pemeriksaan imunohistokimia dengan penilaian skor IRS, penentuan rasio makrofag M1/M2 sebagai indikator polarisasi imun, serta pengukuran luas lesi endometriosis secara histomorfometrik. Seluruh data kuantitatif dianalisis secara statistik untuk membandingkan perbedaan antar kelompok guna menilai efek imunomodulator andrografolide terhadap jalur inflamasi, angiogenesis, apoptosis, dan proliferasi pada model endometriosis. Mencit pada kelompok N (normal), kontrol normal (KN) endometriosis tanpa terapi, kontrol positif (KP) endometriosis+dienogest, kelompok (P1) endometriosis dan andrografolide 0,05 mg/Kg BB, kelompok (P2) endometriosis + andrographolde 0,1 mg/Kg BB, kelompok (P3) endometriosis + andrographolde 0,2 mg/Kg BB.
Hasil : Dari hasil pemeriksaan kelompok yang mendapatkan andrografolide mempunyai kadar TNF- yang lebih rendah dan IL-17A lebih tingggi dibandingkan kelompok positif dan jumlah M1 lebih banyak dibandingkan M2 pada kelompok yang mendapatkan andrografolide dibandingkan KP dengan lesi endometriosis yang lebih sempit dibanding kelompok KN. Ekspresi Ki67 dan P53 dinilai menggunakan imunohistokimia dan skor Immuno Reactive Score (IRS). Hasil menunjukkan adanya kecenderungan penurunan ekspresi Ki67 dan P53 pada kelompok andrografolide , terutama dosis tertinggi,
Kesimpulan :
Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian andrografolide pada mencit model endometriosis memberikan efek imunomodulator yang signifikan melalui penurunan kadar TNF-α dan ekspresi VEGF-A, peningkatan rasio makrofag M1/M2, serta penurunan ekspresi Ki67 yang berujung pada berkurangnya luas lesi endometriosis. Peningkatan IL-17A yang ditemukan dalam penelitian ini diinterpretasikan sebagai bagian dari modulasi respons imun adaptif yang mendukung pergeseran mikroenvironment lesi menuju kondisi yang kurang mendukung angiogenesis dan proliferasi. Penurunan ekspresi P53 mencerminkan berkurangnya stres seluler dan aktivitas proliferatif patologis pada jaringan endometriotik. Secara keseluruhan, andrografolide bekerja melalui jalur inflamasi–angiogenesis–proliferasi yang terintegrasi, sehingga berpotensi menjadi kandidat agen terapeutik berbasis imunomodulasi dalam pengendalian progresivitas endometriosis pada tahap pra-klinik.
Andrografolide secara efektif mencegah perkembangan endometriosis dengan merestrukturisasi lingkungan imun di peritoneum. Penekanan kadar TNF-α dan kadar IL-17A, membuat makrofag untuk mengubah ratio M1 terhdap M2. Perubahan imunolgis ini menyebabkan lesi yang lebih kecil dan menurunkan ekspresi penanda angiogenesis VEGF-A dan penanda proliferasi P53 dan Ki-67. Temuan ini mendukung Andrografolide sebagai pengobatan imunomodulator yang menjanjikan untuk endometriosis.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Andrografolide, Endometriosis, Cairan peritoneum, Makrofag. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Doctor Program of Medical Science |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 04:21 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 04:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48157 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
