Search for collections on Undip Repository

ARAHAN PENGEMBANGAN AREA POTENSIAL EMBUNG BERDASARKAN RISIKO BANJIR DI KOTA SEMARANG

Erlinda, Ivah (2026) ARAHAN PENGEMBANGAN AREA POTENSIAL EMBUNG BERDASARKAN RISIKO BANJIR DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of FULL BAB.pdf] Text
FULL BAB.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (17MB) | Request a copy
[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf - Published Version

Download (564kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (889kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (761kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Published Version

Download (5MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (228kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (228kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Kota Semarang mengalami peningkatan risiko banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi, perubahan tutupan lahan, dan menurunnya kapasitas infiltrasi permukaan. Embung diperlukan sebagai salah satu fasilitas penangkap dan penampungan mengurangi risiko banjir dan pengendalian banjir di Kota Semarang. Namun, hingga kini belum tersedia arahan spasial yang sistematis mengenai area potensial embung. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi area kesesuaian embung di Kota Semarang menggunakan pendekatan Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA) dan Spatial Multicriteria Evaluation yang diintegrasikan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Tujuh parameter dianalisis, meliputi kemiringan lereng, elevasi, tekstur tanah, curah hujan, tutupan lahan, jarak jalan, dan jarak jalan. Seluruh data spasial digabungkan melalui teknik weighted overlay berdasarkan bobot AHP. Kesesuaian Rencana Tata Ruang dan tipe hak atas tanah merupakan tahap selanjutnya untuk menentukan lahan yang tidak dapat digunakan sebagai area berpotensi untuk pembangunan embung dikarenakan harus dalam penempatan penataan ruang dan status hak yang tepat dalam menentukan lahan. Metode yang digunakan adalah menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan melalui teknik overlay, dengan memberikan skoring serta pembobotan pada parameter yang diambil, serta perhitungan kesesuaian ukuran lahan embung yang memerlukan perhitungan numerik. Metode deskriptif berfokus pada pengungkapan fakta secara aktual dan sesuai dengan kondisi di lapangan untuk mendeskripsikan arahan yang akan disusun. Hasil penelitian berupa peta area pontensial embung berdasarkan risiko banjir di Kota Semarang. Output ini memberikan dasar teknis bagi pemerintah daerah dalam arahan pengembangan embung secara efektif dan berbasis data spasial.

Kata Kunci: Embung, banjir, Spatial Multi Criteria Analysis, Risiko Banjir

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Embung, banjir, Spatial Multi Criteria Analysis, Risiko Banjir
Subjects: Engineering > Urban and Regional Planning
Divisions: School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning
Depositing User: Oktavia Perpus Vokasi
Date Deposited: 19 Jun 2026 07:41
Last Modified: 19 Jun 2026 07:41
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48091

Actions (login required)

View Item View Item