Siahaan, Anastassya Ezra Lasmaria and Alfian, Muhammad Faizal and Anggraheni, Palupi (2026) Praktik Advokasi SAFEnet dalam Merespons Online Gender-Based Violence: Analisis Transnational Advocacy Network & Connective Action. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
ANASTASSYA EZRA LASMARIA S. - 14050121140105 - Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (550kB) |
|
|
Text
ANASTASSYA EZRA LASMARIA S. - 14050121140105 - BAB 1.pdf - Submitted Version Download (367kB) |
|
|
Text
ANASTASSYA EZRA LASMARIA S. - 14050121140105 - bab 2.pdf - Submitted Version Download (274kB) |
|
|
Text
ANASTASSYA EZRA LASMARIA S. - 14050121140105 - BAB 3 .pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (403kB) |
|
|
Text
ANASTASSYA EZRA LASMARIA S. - 14050121140105 - BAB 4.pdf - Submitted Version Download (125kB) |
|
|
Text
ANASTASSYA EZRA LASMARIA S. - 14050121140105 - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (205kB) |
|
|
Text
ANASTASSYA EZRA LASMARIA S. - 14050121140105 - LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (539kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital memunculkan bentuk kekerasan baru yang dikenal sebagai
Online Gender-Based Violence (OGBV), yang berdampak pada keamanan digital serta
membatasi partisipasi perempuan dan kelompok rentan di ruang publik daring. Dalam
merespons isu tersebut, organisasi masyarakat sipil berperan penting dalam melakukan
advokasi dan mendorong perlindungan hak digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
praktik advokasi Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) dalam merespons
OGBV dengan menggunakan kerangka Transnational Advocacy Network (TAN), khususnya
melalui mekanisme information politics dan symbolic politics, serta menjelaskan bagaimana
mekanisme tersebut dioperasionalkan melalui konsep connective action, terutama dalam
bentuk organizationally enabled networks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan deskriptif melalui analisis dokumen dan wawancara terhadap aktivitas
advokasi SAFEnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi SAFEnet tidak hanya
berfokus pada produksi dan distribusi informasi, tetapi juga pada pembentukan makna terhadap
isu OGBV melalui framing yang relevan dengan pengalaman publik, yang kemudian
berkembang melalui partisipasi dalam jaringan digital yang bersifat terdesentralisasi. Dalam
konteks ini, organisasi berperan sebagai fasilitator yang menyediakan infrastruktur
konektivitas dan ruang partisipasi, sehingga advokasi SAFEnet merepresentasikan bentuk
advokasi berbasis jaringan digital (networked advocacy) yang mengintegrasikan strategi dalam
TAN dengan mekanisme connective action, di mana efektivitas advokasi ditentukan oleh
kemampuan jaringan dalam memperluas distribusi informasi, membentuk makna, serta
mengaktifkan partisipasi publik dalam ruang digital.
Kata kunci: Online Gender-Based Violence (OGBV), advokasi digital, Transnational
Advocacy Network (TAN), connective action, jejaring advokasi.
63 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 07:56 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 07:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48022 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
