SEPTIANI, INDRI EVI (2026) LAJU PENETASAN TELUR PENYU LEKANG (Lepidocelys olivacea) PADA BERBAGAI TEKNIK PENETASAN DI KONSERVASI PANTAI GOA CEMARA, KABUPATEN BANTUL (26dik62). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Indri Evi Septiani 26dik62.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) merupakan salah satu spesies penyu
yang dilindungi dan mengalami tekanan populasi akibat rendahnya keberhasilan
penetasan telur di alam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju
penetasan telur penyu lekang pada tiga teknik inkubasi, yaitu sarang semi alami,
sarang buatan ember, dan mesin inkubator, serta menganalisis pengaruh faktor
lingkungan berupa suhu dan kelembaban terhadap keberhasilan penetasan.
Penelitian dilakukan di Konservasi Pantai Goa Cemara, Daerah Istimewa
Yogyakarta, menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental. Pengambilan data
suhu dan kelembaban dilakukan pada pagi (06.00), siang (12.00), dan sore (18.00)
selama masa inkubasi. Data dianalisis melalui uji normalitas dan homogenitas,
kemudian dilanjutkan dengan One Way ANOVA dan uji non-parametrik Kruskal–
Wallis sesuai dengan karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa
inkubasi berbeda antar teknik inkubasi, di mana sarang semi alami hanya
menunjukkan masa inkubasi selama 53 hari pada satu pengulangan, sedangkan
sarang buatan ember tidak menghasilkan telur menetas. Pada mesin inkubator, masa
inkubasi berlangsung antara 56 hingga 69 hari. Laju penetasan tertinggi diperoleh
pada mesin inkubator kontainer box sebesar 50%, diikuti kontainer tabung sebesar
47%, sementara sarang semi alami hanya mencapai 3% dan sarang buatan ember
sebesar 0%. Suhu tertinggi tercatat pada waktu pengukuran siang hari, sedangkan
suhu terendah terjadi pada pagi hari, khususnya pada mesin inkubator. Kelembaban
tertinggi ditemukan pada mesin inkubator dengan rata-rata mencapai 80%. Hasil uji
Kruskal–Wallis menunjukkan bahwa teknik inkubasi berpengaruh signifikan
terhadap laju penetasan telur penyu lekang (Sig. < 0,05). Temuan ini menunjukkan
bahwa kestabilan suhu dan kelembaban merupakan faktor penting dalam
mendukung keberhasilan penetasan telur penyu, sehingga mesin inkubator
direkomendasikan sebagai metode yang lebih efektif untuk mendukung konservasi
penyu lekang di Pantai Goa Cemara.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyu Lekang, Laju Penetasan, Teknik Inkubasi, Suhu, Kelembaban |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 03:20 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 04:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47971 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
