Search for collections on Undip Repository

Perbedaan Kadar sFlt-1 pada Ibu Hamil Normotensi dengan Risiko Tinggi Preeklampsia Berdasarkan Konsumsi Aspirin Dosis Rendah

Kurniawan, Caesar and Wicaksono, Rahmad Rizal Budi (2026) Perbedaan Kadar sFlt-1 pada Ibu Hamil Normotensi dengan Risiko Tinggi Preeklampsia Berdasarkan Konsumsi Aspirin Dosis Rendah. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of CAESAR KURNIAWAN-22040420320006-TESIS-ABSTRAK INDO] Text (CAESAR KURNIAWAN-22040420320006-TESIS-ABSTRAK INDO)
CAESAR KURNIAWAN-22040420320006-TESIS-ABSTRAK INDO.pdf

Download (113kB)

Abstract

Latar Belakang : Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas maternal dan perinatal, serta sangat berkaitan dengan disfungsi plasenta dan ketidakseimbangan angiogenik, termasuk peningkatan kadar soluble fms-like tyrosine kinase-1 (sFlt-1). Pedoman terkini merekomendasikan aspirin dosis rendah (low-dose aspirin / LDA) bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi mengalami preeklampsia, terutama bila dimulai pada awal kehamilan.
Tujuan : Untuk mengevaluasi hubungan antara profilaksis LDA dan kadar sFlt-1 serum maternal pada kehamilan normotensif yang diklasifikasikan berisiko tinggi terhadap preeklampsia, serta mengeksplorasi apakah pemberian yang dimulai lebih awal (<14 minggu) berhubungan dengan kadar sFlt-1 yang lebih rendah.
Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilakukan di Semarang (Agustus–Oktober 2025) pada fasilitas pelayanan kesehatan primer dan klinik rujukan tersier. Ibu hamil normotensif dengan risiko tinggi preeklampsia diikutsertakan dalam penelitian (n=50). Pajanan penelitian adalah penggunaan LDA (80 mg/24 jam, ≥2 minggu, dimulai <16 minggu) yang dicatat dari rekam kesehatan ibu. Kadar sFlt-1 serum (pg/mL) diukur satu kali menggunakan metode ELISA. Perbandingan antarkelompok dianalisis dengan uji Mann–Whitney U dan uji chi-square (α=0,05).
Hasil : Median kadar sFlt-1 lebih rendah pada kelompok LDA dibandingkan kelompok non-LDA (1530 vs 2440 pg/mL; p=0,022). Pada pengguna LDA, inisiasi <14 minggu menunjukkan kadar sFlt-1 yang lebih rendah dibandingkan inisiasi ≥14 minggu (median 1250 vs 2100 pg/mL; p=0,029).
Kesimpulan : Pada kehamilan normotensif dengan risiko tinggi preeklampsia, profilaksis LDA, terutama bila dimulai sebelum 14 minggu, berhubungan dengan kadar sFlt-1 maternal yang lebih rendah. Penelitian prospektif dengan pemeriksaan profil angiogenik berulang dan luaran klinis masih diperlukan. Kata Kunci aspirin dosis rendah; sFlt-1; ketidakseimbangan angiogenik; pencegahan preeklampsia; kehamilan; Indonesia

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: aspirin dosis rendah; sFlt-1; ketidakseimbangan angiogenik; pencegahan preeklampsia; kehamilan; Indonesia
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 30 Mar 2026 02:38
Last Modified: 30 Mar 2026 02:38
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47922

Actions (login required)

View Item View Item