Search for collections on Undip Repository

PEMETAAN SEBARAN PADANG LAMUN DI PANTAI BAMA, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A (26dik40)

AKBAR, CARISSA AULIA (2026) PEMETAAN SEBARAN PADANG LAMUN DI PANTAI BAMA, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A (26dik40). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of CARISSA AULIA AKBAR 26dik40.pdf] Text
CARISSA AULIA AKBAR 26dik40.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Padang lamun merupakan padang rumput bawah laut yang berperan penting
dalam perlindungan pesisir dengan menstabilkan sedimen dan mengurangi erosi
pantai. Meskipun demikian, keberadaan padang lamun di wilayah pesisir Indonesia
semakin terancam akibat tekanan aktivitas antropogenik, pencemaran, serta
pengelolaan kawasan yang belum optimal. Kondisi tersebut tercermin di kawasan
Pantai Bama, Taman Nasional Baluran. Salah satu kendala utama yang dihadapi
dalam pemantauan ekosistem di kawasan ini adalah terbatasnya data spasial terkini
sebagai dasar pengelolaan dan konservasi yang berkelanjutan. Mendapati hal
tersebut, penelitian ini menggunakan citra Sentinel-2A untuk memetakan distribusi
dan luasan padang lamun serta menganalisis kondisi ekosistem lamun di Pantai
Bama, Kabupaten Situbondo. Metode penelitian menggunakan pendekatan Citra
Sentinel-2A yang diolah dengan perangkat lunak SNAP. Penentuan lokasi
dilakukan dengan metode purposive sampling dengan membagi menjadi 3 stasiun
dengan jarak antar stasiun 20 m yang memiliki tiga sub-transek dengan jarak 50 m.
Selanjutnya, dari hasil transek kuadran berukuran 50 x 50 cm akan dihitung nilai
kerapatan, persentase tutupan, komposisi jenis lamun, serta parameter fisika-kimia
perairan. Hasil pemetaan berbasis citra satelit Sentinel-2A menunjukkan bahwa
luasan padang lamun mengalami peningkatan bertahap dari 4.330,88 m² pada tahun
2015 menjadi 3.993,55 m² pada tahun 2020, dan meningkat signifikan hingga
25.324,01 m² pada tahun 2025. Secara ekologis, teridentifikasi lima jenis lamun,
yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila
ovalis, dan Syringodium isoetifolium. Tingkat kerapatan jenis lamun berkisar dari
rapat hingga sangat rapat, dengan rata-rata persentase tutupan sebesar 48,23%
(kategori sedang). Parameter kualitas perairan, meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen
terlarut, dan kecerahan, secara umum masih berada dalam kisaran yang mendukung
pertumbuhan lamun, meskipun kandungan nutrien relatif tinggi pada kisaran 1,1-9
mg/L karena melebihi nilai baku mutu. Uji akurasi menunjukkan citra resolusi
menengah, seperti Sentinel-2A, terbukti efektif digunakan untuk pemetaan
ekosistem perairan dangkal pada skala lokal hingga regional, khususnya untuk
objek dengan luasan yang luas seperti padang lamun.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: padang lamun; Sentinel-2A; penginderaan jauh; Pantai Bama
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 21 Apr 2026 04:45
Last Modified: 21 Apr 2026 04:45
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47833

Actions (login required)

View Item View Item