Dewi, Anesia Mariska and PANGARSA, EKO ADHI and Rizky, Daniel (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEK SAMPING KEMOTERAPI R-CHOP PADA PASIEN DIFFUSE LARGE B CELL LYMPHOMA DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ANESIA MARISKA DEWI-22040221320025-TESIS-ABSTRAK)
ANESIA MARISKA DEWI-22040221320025-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (121kB) |
Abstract
Latar Belakang: Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) adalah subtipe limfoma non-Hodgkin tersering yang diterapi dengan R-CHOP, namun berisiko menimbulkan berbagai efek samping. Data mengenai profil dan faktor risiko efek samping R-CHOP pada populasi Indonesia masih terbatas sehingga perlu dievaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor mempengaruhi terjadinya efek samping pasien Diffuse Large B Cell Lymphoma yang menjalani kemoterapi regimen RCHOP di RSUP dr. Kariadi Semarang.
Metode: Penelitian retrospektif melibatkan 72 data rekam medik pasien Diffuse Large B Cell Lymphoma yang baru terdiagnosis dan mendapatkan kemoterapi minimal 3x regimen RCHOP di RSUP dr. Kariadi Semarang. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi efek samping kemoterapi antara lain usia, jenis kelamin, stadium kanker, kadar LDH, status performa ECOG, fungsi ginjal, skor NCCN-IPI dan jumlah siklus kemoterapi. Efek samping kemoterapi yang dievaluasi antara lain febrile neutropenia, anemia, trombositopenia, mual/muntah, penurunan nafsu makan, konstipasi/diare, acute kidney injury, kardiotoksik, hepatotoksik, lemah/lelah, rambut rontok, dan hiperglikemia. Analisis dilakukan menggunakan uji Pearson Chi-square dengan hasil signifikan apabila p<0.05.
Hasil: Pada pasien Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) yang menjalani kemoterapi regimen R-CHOP di RSUP dr. Kariadi Semarang, kadar LDH yang meningkat terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko hepatotoksisitas (p=0.039). Selain itu, status performa yang lebih buruk berdasarkan skor ECOG berasosiasi dengan meningkatnya kejadian acute kidney injury (AKI) (p=0.012). Penurunan fungsi ginjal yang dinilai melalui estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) juga merupakan faktor risiko terhadap terjadinya anemia (p=0.047) dan AKI (p<0.001). Sebaliknya, usia, jenis kelamin, stadium kanker menurut klasifikasi Ann Arbor, skor NCCN-IPI, serta jumlah siklus kemoterapi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian efek samping pada pasien DLBCL yang mendapatkan terapi R-CHOP.
Simpulan: Kadar LDH yang tinggi, status performa ECOG yang buruk, dan penurunan fungsi ginjal merupakan faktor yang berperan terhadap terjadinya efek samping tertentu pada pasien DLBCL yang menjalani kemoterapi R-CHOP.
Kata kunci: Diffuse Large B-Cell Lymphoma, efek samping kemoterapi, R-CHOP
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diffuse Large B-Cell Lymphoma, efek samping kemoterapi, R-CHOP |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 06:56 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 06:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47813 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
