Hartadwitama, Anak Agung Gede Agung and Hario Seno, Khristophorus Heri Nugroho (2026) NILAI PREDIKTIF D-DIMER SEBAGAI BIOMARKER DISFUNGSI KARDIAK PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN FUNGSI TIROID DI RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI SEMARANG. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ANAK AGUNG GEDE AGUNG HARTADWITAMA-22040221320026-TESIS-ABSTRAK)
ANAK AGUNG GEDE AGUNG HARTADWITAMA-22040221320026-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (129kB) |
Abstract
Latar Belakang: Disfungsi tiroid berkorelasi dengan eksaserbasi risiko kardiovaskular, termasuk kelainan fungsi kardiak yang berpotensi menginduksi stasis hemodinamik dan memfasilitasi trombogenesis. D-dimer, sebagai produk degradasi fibrin, merupakan penanda spesifik bagi hiperkoagulabilitas dan aktivitas trombotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai prediktif D-dimer sebagai biomarker disfungsi kardiak pada populasi pasien dengan gangguan fungsi tiroid.
Metode: Studi observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional ini melibatkan pasien dengan diagnosis hipertiroidisme dan hipotiroidisme di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Kuantifikasi kadar D-dimer plasma dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Identifikasi disfungsi kardiak ditegakkan melalui parameter perubahan struktural dan fungsional yang dinilai dengan ekokardiografi. Analisis data diolah menggunakan uji Chi-square atau Fisher's Exact, disertai analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC), dengan nilai signifikansi ditetapkan pada p < 0,05.
Hasil: Prevalensi disfungsi kardiak tercatat sebesar 56,7% dari total subjek penelitian. Pada analisis populasi secara komprehensif, kadar D-dimer dengan titik potong (cut-off) > 73 ng/mL memperlihatkan sensitivitas 61,76% dan spesifisitas 53,85%, kendati korelasinya terhadap disfungsi kardiak tidak mencapai tingkat signifikansi statistik (p = 0,228). Evaluasi subkelompok hipertiroidisme juga tidak mendemonstrasikan hubungan yang bermakna (p = 0,051). Sebaliknya, korelasi yang signifikan secara statistik ditemukan pada subkelompok hipotiroidisme (p = 0,017). Subjek hipotiroid dengan konsentrasi D-dimer > 142,50 ng/mL berisiko mengalami disfungsi kardiak 2,22 kali lebih besar, didukung oleh nilai sensitivitas 56,25% dan spesifisitas 85,71%.
Simpulan: Elevasi kadar D-dimer memiliki korelasi yang signifikan secara statistik dengan insidensi disfungsi kardiak pada pasien hipotiroidisme. Walaupun demikian, korelasi serupa tidak terbukti secara bermakna pada populasi penderita hipertiroidisme.
Kata kunci: D-dimer, disfungsi kardiak, ekokardiografi, gangguan fungsi tiroid, hipotiroidisme.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | D-dimer, disfungsi kardiak, ekokardiografi, gangguan fungsi tiroid, hipotiroidisme |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 25 Mar 2026 04:05 |
| Last Modified: | 25 Mar 2026 04:05 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47708 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
