Search for collections on Undip Repository

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI SUAMI TERHADAP PRAKTIK KELUARGA BERENCANA (KB) VASEKTOMI DI KABUPATEN WONOGIRI

KUSUMASTUTI, ARDIVA (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI SUAMI TERHADAP PRAKTIK KELUARGA BERENCANA (KB) VASEKTOMI DI KABUPATEN WONOGIRI. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO ARDIVA EDIT.pdf] Text
REPO ARDIVA EDIT.pdf - Published Version

Download (518kB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia dari 255,59 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 282.477.584 jiwa pada tahun 2025 tidak sebanding dengan angka Contraceptive Prevalence Rate (CPR) yang menurun menjadi 60,4%. Program Keluarga Berencana (KB) memiliki peran penting dalam pengendalian fertilitas, namun partisipasi pria, khususnya melalui metode vasektomi, masih rendah. Rendahnya praktik vasektomi menunjukkan bahwa terdapat berbagai faktor yang memengaruhi keputusan pria dalam menggunakan metode kontrasepsi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Persepsi suami terhadap praktik penggunaan KB vasektomi pada suami di Kabupaten Wonogiri berdasarkan karakteristik responden, pengetahuan, serta konstruk dalam Health Belief Model (HBM), menggunakan desain kuantitatif melalui pendekatan cross sectional melibatkan 374 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia suami (p=0,003), riwayat penggunaan KB suami (p=0,002), dan pekerjaan istri (p=0,037) dengan praktik penggunaan KB vasektomi. Sementara itu, variabel lain seperti tingkat pendidikan suami, pekerjaan suami, penghasilan suami, lama menikah, jumlah anak hidup, usia istri, tingkat pendidikan istri, riwayat penggunaan KB istri, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, serta isyarat untuk bertindak tidak menunjukkan adanya hubungan (p>0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar variabel HBM tidak berhubungan dengan praktik penggunaan vasektomi. Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan penggunaan vasektomi tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi individu, tetapi juga faktor lain yang, seperti aspek sosial, budaya, dan psikologis, maka diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan partisipasi pria dalam penggunaan KB vasektomi.

Kata kunci : Keluarga berencana, vasektomi, persepsi suami, Health Belief Model

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 06 Mar 2026 04:15
Last Modified: 01 Apr 2026 01:39
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46783

Actions (login required)

View Item View Item