Sary Sakti, Andi Muhammad and Fitriyah, Fitriyah and Martini, Rina (0204) Keterpilihan Perempuan Dalam Budaya Patriarki di Pemilihan Umum Anggota dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2009. Masters thesis, Master Program In Political Science.
|
Text
Cover.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (47kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (479kB) |
|
|
Text
Bab II (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (448kB) |
|
|
Text
BAB III (2).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (211kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (243kB) |
|
|
Text
BAB V (1).pdf - Published Version Download (97kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (138kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Download (840kB) |
Abstract
Persentase keterpilihan calon legislatif perempuan pada pemilihan umum legislatif DPRD Provinsi Sulawesi Selatan selalu meningkat, menurut data KPU Sulsel, Pada Pileg DPRD Sulsel 2004 hanya tujuh persen caleg perempuan yang terpilih dari total 75 kursi yang tersedia, Pileg 2009 meningkat menjadi 16 persen dari total 75 kursi, dan Pileg 2014 19 persen dari 85 kursi yang tersedia, kemudian meningkat secara signifikan di pemilu 2019 menjadi 29 persen dari total 85 kursi yang tersedia. Hal tersebut menjadi sebuah fenomena karena konstruk sosial masyarakat Sulsel yang patriarki. Budaya patriarki masih berlaku di Sulsel, dapat dikatakan demikian karena terdapat beberapa petuah berkaitan dengan bagaimana status perempuan dalam kehidupan menurut petuah tidak setara dengan laki-laki. Sebagian masyarakat percaya pada petuah yang mendiskreditkan perempuan, seperti misalnya petuah mengakui laki-laki yang paling berhak menjadi seorang Raja, walaupun ada juga petuah yang mengatakan perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama. Namun, streotip gender masih dapat dirasakan di Sulsel. Melihat data dan fakta tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti kenaikan persentase keterpilihan perempuan melalui perspektif perilaku memilih masyarakat Sulsel. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, peneliti ingin mengetahui apakah faktor status gender mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap caleg perempuan DPRD Sulsel tahun 2019, dan apakah nilai-nilai patriarki tentang kedudukan perempuan dalam masyarakat mempengaruhi pilihan mereka dalam pileg DPRD Sulsel tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara budaya patriarki dan perilaku memilih hanya 29 persen, dan koefisien determinasi hanya 8,7 persen, angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan dan keeratan antara budaya patriarki dan perilaku memilih masyarakat Sulsel masuk dalam kategori lemah. Artinya, status gender dan nilai-nilai patriarki tidak mempengaruhi perilaku memilih masyarakat responden. Namun, mayoritas responden menyetujui untuk memilih caleg perempuan berdasarkan privilege yang dimiliki oleh caleg perempuan, jawaban responden tersebut didukung oleh fakta bahwa masih ada caleg perempuan terpilih memiliki kerabat yang telah lebih dulu menduduki jabatan politik, dan jika dikaitkan dengan teori perilaku memilih, perilaku responden merupakan turunan dari teori perilaku memilih model psikologi (Michigan model)
Kata Kunci: Patriarki, Perilaku Memilih, Caleg Perempuan, Pemilu Legislatif
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | Febriana MIPOL |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 04:03 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 04:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/22090 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
